ADVERTISEMENT

Ngopi Yuk!

Kopi Cold Drip Diproses Belasan Jam hingga Asamnya Berkurang

Bima Bagaskara - detikFood
Kamis, 28 Jul 2022 14:00 WIB
Kopi cold drip di Jenderal Kopi Nusantara.
Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Bandung -

Pencinta kopi mungkin belum banyak yang tahu cold drip. Metode penyeduhan kopi dengan air dingin ini bisa berlangsung belasan jam hingga kadar asamnya berkurang.

Metode penyeduhan kopi ada banyak jenisnya, termasuk cold drip yang jadi primadona di coffee shop Bandung ini. Adalah Jenderal Kopi Nusantara di Jalan RE Martadinata, Cihapit yang menawarkannya.

Pengunjung bisa melihat alat cold drip di sini. Melalui penyajian ini, untuk menghasilkan secangkir kopi diperlukan waktu hingga belasan jam.

Baca Juga: Tips Bikin Kopi Enak dengan V60 dari Coffee Roaster

Perbedaan cold brew dan es kopi jepangKopi cold drip diseduh menggunakan alat khusus. Foto: Getty Images

Cold drip merupakan metode mendapatkan kopi dengan tetesan menggunakan alat khusus. Alat di Jenderal Kopi Nusantara ini memiliki tiga tabung utama.

Tabung paling atas berisi air suhu ruangan atau air dingin. Air dingin itu akan menetes ke tabung kedua yang berisi bubuk kopi pilihan yang telah dipanggang.

Pada tabung kedua inilah terjadi ekstraksi kopi yang kemudian tetesannya akan jatuh ke tabung ketiga. Prosesnya cukup panjang dan tidak bisa dipatok berapa lama.

Edbert Luhur, Pemilik Jenderal Kopi Nusantara Bandung, menjelaskan ekstrasi kopi baru akan selesai jika air es di tabung pertama alat cold drip habis. Pada alat itu juga terdapat setelan untuk mengatur tetesan air.

"Jadi yang menciptakan perbedaan rasanya (cold drip) disitu ada yang bisa bikin 8-24 jam, sampai airnya terpakai semua habis ekstraksi di kopinya. Prosesnya memang cukup panjang untuk air 1-2 liter. Itu yang menarik," kata Edbert, Minggu (24/7/2022).

Baca Juga: 5 Tips dan Langkah Menyeduh Kopi Enak Pakai French Press

Perbedaan cold brew dan es kopi jepangUntuk metode penyeduhan cold drip, yang direkomendasikan dan jadi favorit adalah Kopi Gunung Halu dari Kabupaten Bandung Barat. Foto: Getty Images

Di coffee shop miliknya, Edbert menyediakan banyak kopi lokal. Tapi untuk metode penyeduhan cold drip, yang direkomendasikan dan jadi favorit adalah Kopi Gunung Halu dari Kabupaten Bandung Barat.

Kopi jenis Arabica ini memiliki kadar asam cukup tinggi. Namun keunikan dari rasa kopi lokal ini membuat banyak pelanggan Jenderal Kopi Nusantara kepincut menikmatinya.

Penyeduhan dengan metode cold drip dianggap ideal untuk kopi Gunung Halu karena bisa mengurangi kadar asam hingga 70% dan menebalkan rasa manisnya.

"Di sini kebanyakan pada senang kopi Gunung Halu. Ada yang suka asamnya, ada yang tidak. Makanya di sini ada cold drip ini untuk mengurangi rasa asamnya sampai 70% dan lebih timbul rasa manis dan ringan," ungkapnya.

Edbert juga menjelaskan kalau kopi yang diseduh dengan cold drip punya cita rasa istimewa. Kopi ini juga disebut-sebut punya manfaat sehat.

Baca artikel selengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Kopi Penuh Kesabaran di Bandung, Butuh Belasan Jam Membuatnya



Simak Video "Menyantap Iga Bakar Lezat di Kafe Bernuansa Hutan"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT