Kenalan dengan Brudel, Kue Tempo Dulu yang Terkenal di Timur Indonesia

Erika Dyah - detikFood
Selasa, 21 Jun 2022 15:52 WIB
Dapoer Calista Kupang
Foto: Dapoer Calista Kupang
Jakarta -

Kekayaan kuliner Indonesia tak hanya terbatas pada sajian makanan utamanya saja. Namun juga meliputi ragam menu pendamping berupa kue dan pastry yang khas di tiap-tiap daerah. Salah satunya, kue brudel khas Manado yang jadi penganan terkenal di daratan timur Indonesia.

Kue brudel atau yang juga dikenal sebagai bolu khas Manado merupakan perpaduan antara cake dan roti yang sering dikonsumsi pada sore hari. Umumnya, sebagai teman minum teh dan kopi. Kue bertekstur berat ini umum digunakan sebagai suguhan, terutama saat ibadah di rumah-rumah.

Meski berasal dari Manado, kue ini juga dijajakan di berbagai daerah timur Indonesia lainnya. Salah satunya di Kupang, Nusa Tenggara Timur melalui usaha kuliner rumahan bernama Dapoer Calista Kupang. Pemilik Dapoer Calista Kupang, Jovita Fransiska Pabha Swan mengaku telah memulai usahanya sejak 2018 lalu.

"Karena tidak ada pemasukan dari tempat kerja, saya mencoba bisnis kue jadul seperti brudel, ontbijtkoek, tart susu, dan menerima pesanan paket tumpeng ulang tahun. Puji Tuhan untuk usaha kue bisa diterima oleh customer, setiap hari ada pesanan yang masuk," ungkap Jovita kepada detikcom.

Jovita mengungkap kue brudel menjadi salah satu produk andalannya, sebab para pelanggan menilai brudel buatannya enak dan tidak membuat 'enek'. Pasalnya, resep standar brudel pada umumnya memiliki cita rasa manis yang cukup berminyak. Khususnya brudel kenari.

Namun melihat pelanggannya yang kebanyakan orang tua dan cukup menjaga asupan lemak serta gula dalam tubuh, ia pun membuat inovasi brudel yang lebih bisa diterima pasar.

"Saya memiliki resep andalan sendiri hasil uji coba berulang-ulang untuk taste yang menurut saya pas, ternyata sangat digemari pelanggan. Resep andalan saya yaitu menambahkan keju di adonan dan juga sebagai topping," jelasnya.

Dengan menambahkan keju, lanjut Jovita, kue buatannya menjadi lebih gurih dan disukai pelanggan. Bahkan, ada pelanggan yang bisa memesan brudel keju hingga 3 kali seminggu. Tak hanya itu, Jovita juga berkreasi dengan resep brudelnya hingga bisa membuat brudel dengan tambahan pangan lokal, seperti brudel ubi jalar, ubi ungu, atau labu kuning yang punya cita rasa unik khas Dapoer Calista Kupang.

Jovita mengungkap usaha ini akhirnya menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang hidupnya sampai dengan saat ini. Meski sempat menemui penurunan penjualan di masa pandemi, kini kondisi bisnisnya berangsur membaik.

"Saya pun kembali mendapat orderan untuk Dapoer Calista, terutama kue dan juga makanan karena kegiatan masyarakat sudah berlangsung, seperti di kantor ada pertemuan dan rapat atau di rumah-rumah sudah bisa beribadah secara bersama-sama," tutur Jovita.

Selain melakukan inovasi resep, Jovita juga menyiasati bisnisnya melalui pemasaran online di WhatsApp serta Facebook untuk meningkatkan penjualan. Ia mengatakan setiap akhir pekan pihaknya bisa kebanjiran order kue maupun tumpeng untuk acara-acara tertentu.

Ia juga sempat mengikuti program pengembangan bisnis kuliner 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service untuk terus mengembangkan usahanya serta membuat usahanya lebih dikenal masyarakat.

"Program ini bagus karena menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertahan dalam usaha ini. Harapan kami, semoga ada perhatian dari pemerintah bagi UMKM agar usaha kami bisa terus bertahan," pungkasnya.

(ads/ads)