ADVERTISEMENT

Kenyal-kenyal Manis Cimplo Khas Cirebon Dicocol Saus Gula Merah

Ony Syahroni - detikFood
Rabu, 08 Jun 2022 17:00 WIB
Cimplo Bu Isah.
Foto: Ony Syahroni/detikJabar
Cirebon -

Kuliner Cirebon tak hanya empal gentong dan tahu gejrot saja, tapi juga jajanan bernama cimplo. Teksturnya kenyal lembut dan rasanya manis gurih karena dicocol ke saus gula merah dan parutan kelapa!

Sekilas mirip cireng, namun jajanan khas Jawa Barat, tepatnya Cirebon ini bukan cireng. Namanya cimplo atau kerap disebut juga apem oleh warga lokal. Cimplo masih tetap eksis meski kini ada banyak jajanan modern.

Cimplo dibuat dari tepung beras, tape, dan air sebagai bahan utamanya. Setelah jadi adonan, cimplo dimasukkan ke dalam cetakan dan dibakar.

Banyak orang suka cimplo karena teksturnya lembut dan kenyal. Soal rasa sebenarnya cimplo cenderung tawar, namun karena disajikan bersama gula merah cair dan parutan kelapa, jadi manis dan gurih.

Pembuat cimplo yang masih bertahan hingga kini, bisa dijumpai di Desa Durajaya, Kecamatan Greged. Salah satu pembuatnya adalah Siti Nurjanah (34).

Baca Juga: Empal Gentong hingga Ketan Gurih Cirebon Juga Bisa Dipesan via Jastip

Cimplo Bu Isah.Proses pembuatan Cimplo Bu Isah. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

Siti Nurjanah merupakan generasi ketiga penjual cimplo. "Kalau dihitung dari nenek, berarti (usaha membuat cimplo) ini sudah berjalan sekitar 50 tahun," kata Siti Nurjanah saat berbincang dengan detikJabar beberapa waktu lalu.

Ia membuat cimplo masih dengan teknik tradisional. Siti Nurjanah lebih memilih pakai kayu bakar untuk membakar agar rasanya lebih nikmat.

"Pernah dulu coba pakai kompor. Tapi kata orang yang beli rasanya biasa aja. Jadi saya balik lagi pakai kayu bakar," ungkapnya.

Peminat cimplo ternyata begitu luas. Ia mengaku sering kedatangan banyak orang di rumahnya yang khusus mau membeli cimplo. Harga per buah cimplo dijual Rp 1.000.

Baca Juga: Kaladama, Tahu Gejrot ala Cirebon Timur yang Bikin Kenyang

Cimplo Bu Isah digemari tak hanya oleh warga CirebonCimplo Bu Isah digemari tak hanya oleh warga Cirebon. Foto: Instagram cimplo_durajaya

Pada hari-hari biasa, Siti mengaku bisa meraup omzet minimal Rp 800 ribu. Namun di akhir pekan, Siti mengaku dapat meraup omzet lebih banyak.

"Biasanya ada yang pesen juga buat acara arisan atau ada juga yang buat acara seserahan," ujarnya.

Sejauh ini, selain dari Cirebon, Siti mengaku kerap mendapat pesanan dari luar daerah. Seperti, Kuningan, Bandung, Jakarta hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lokasi Cimplo Bu Isah bisa kamu sambangi dengan mudah. Informasi dan cerita menarik soal Cimplo Bu Isah juga bisa kamu baca DI SINI.



Simak Video "Kulineran di Cirebon: Kepiting Saus Padang hingga Udang Bakar"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT