ADVERTISEMENT

Warga Bandung, Cobain Strudel Aneka Rasa yang Manis dan Nagih di Sini

Erika Dyah Fitriani - detikFood
Senin, 04 Apr 2022 15:31 WIB
Strudel
Foto: dok. Instagram/dlavapastry
Jakarta -

Bingung pilih kudapan untuk takjil di bulan Ramadan atau snack buat ganjal perut selepas tarawih? Jika iya, kamu bisa coba pastry lapis yang terinspirasi dari kue ala Eropa bernama strudel ini.

Sebagaimana diketahui, strudel merupakan jenis pastry berlapis yang populer di Wina, Austria, bahkan sejak masa Kekaisaran Habsburg pada abad ke-18. Camilan ini biasanya diisi dengan buah-buahan segar atau manisan yang membuat rasanya legit, umumnya berupa buah apel.

Namun di Indonesia, para pelaku usaha membuat inovasi strudel dengan isian berbeda. Misalnya dengan isian pisang yang cukup populer dikenal sebagai banana strudel. Tak hanya itu, ada juga varian strudel asin berupa pastry lapis berisi daging, keju, dan isian lain yang gurih.

Salah satu pelaku usaha di Bandung bernama Adilla Alvianti juga menawarkan varian strudel manis dan asin melalui usahanya Dlavapastry. Usahanya ini dimulai sejak 2020 lalu.

"Di tengah pandemi saya membuat strudel banana untuk pertama kalinya, awalnya hanya untuk keluarga saja. Tetapi karena banyak dukungan dari keluarga untuk menjual, maka saya mencoba untuk menjualnya dan alhamdulilah bergerak sampai saat ini," ungka Adilla kepada detikcom.

Adapun pilihan menu Dlavapastry terdiri dari varian pastry manis, berupa Strudel Chocolate Cheese yang cocok untuk pencinta cokelat dengan lelehan cokelat lumernya yang berlimpah serta Strudel Tiramisu Oreo Cheese yang memadukan 3 rasa, yaitu tiramisu, oreo, dan keju.

StrudelStrudel Foto: dok. Instagram/dlavapastry

Selain itu, ada juga varian Savory Strudel berupa Beef Pepperoni Cheese yang asin gurihnya nagih, serta Sausage Cheese dengan potongan sosis tebal ditaburi keju, oregano, dan tambahan mozzarella.

Untuk pelanggan yang kurang menyukai rasa pisang, ia menawarkan pie pastry dengan cita rasa gurih dan manis berpadu jadi satu bernama Sweet Cheese and Choco.

Adilla mengaku kondisi pandemi justru membuat usahanya laris manis. Sebab, ia memulai usaha di awal pandemi ketika banyak orang berdiam di rumah dan tertarik untuk membeli produknya sebagai camilan. Selain itu, produknya juga banyak dibeli untuk dibagikan ke kerabat atau panti asuhan.

Untuk memaksimalkan usaha kuliner yang sudah dijalaninya ini, ia pun mengikuti program pengembangan bisnis kuliner yaitu 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service. Adilla mengatakan melalui program ini ia berharap UMKMnya bisa lebih dikenal banyak orang agar mendapat lebih banyak customer.

Ia pun mengaku bisa mendapatkan banyak ilmu melalui program ini untuk pengembangan strategi bisnisnya.



Simak Video "Mengenal Keluarga Penjual Kue Putu Turun-temurun di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT