APMISO Jadi Tempat Kumpul Ratusan Ribu Penjual Bakso di Indonesia

ADVERTISEMENT

Bakso Gerobakan

APMISO Jadi Tempat Kumpul Ratusan Ribu Penjual Bakso di Indonesia

Devi Setya - detikFood
Minggu, 20 Mar 2022 13:30 WIB
Bakso Mas Ipul
Foto: detikFood/Devi S. Lestari
Jakarta -

Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Seluruh Indonesia (APMISO) menjadi wadah berkumpulnya ribuan penjual bakso di Indonesia. Paguyuban ini punya sederet kegiatan mulai dari arisan hingga aksi sosial yang dilakukan para penjual bakso.

Tak terhitung lagi jumlah penjual bakso yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari pelosok desa hingga tengah kota, dari penjual gerobakan hingga restoran bakso ternama. Semua tergabung dalam paguyuban bernama APMISO.

Paguyuban ini menjadi wadah berkumpulnya para penjual bakso. Sebelum menjadi APMISO, organisasi ini diawali dengan Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso Semarang (P3BS). Lambat laun berkembang dan mencakup seluruh daerah di Indonesia.

Bakso Pakde Wonogiri BCABakso Gerobakan Foto: detikFood/Devi S. Lestari

Adalah Lasiman, salah satu pendiri P3BS yang kini menjadi ketua APMISO. Pria asli Semarang yang juga pedagang bakso ini menceritakan sejarah singkat dari paguyuban para pedagang bakso ini.

"Berdirinya APMISO diawali dengan berdirinya Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso Semarang (P3BS) pada tanggal 19 Agustus 1995. Para pendirinya Lasiman, Tukiman, Sulomo, Budi Harjo, Jumangin, Sugiarto dan Suwandi," kata Lasiman saat dihubungi Detikcom, Kamis (17/3).

Lebih lanjut Lasiman menjelaskan P3BS ini kemudian berkembang menjadi Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (PAPMISO) yang dibentuk tahun 2005 di Jakarta. Barulah pada 2008 terbentuk Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Seluruh Indonesia (APMISO) yang hingga kini menjadi organisasi skala nasional.

Bukan hanya sekedar organisasi untuk berkumpul para penjual bakso, APMISO juga menjadi wadah untuk serangkaian kegiatan rutin seperti arisan, workshop, aksi kegiatan sosial, bantuan permodalan lewat koperasi hingga kerjasama dengan instansi pemerintahan.

Kegiatan silaturahmi seperti buka puasa bersama dan menyaksikan pertunjukan seni budaya juga menjadi aktivitas rutin paguyuban ini.

Lasiman menyebutkan, anggota APMISO saat ini sudah mencapai ratusan ribu. "Jumlah anggota di seluruh Indonesia mencapai ratusan ribu. Anggota berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, akan tetapi sebagian besar berasal dari pulau Jawa," jelas pria yang sudah berjualan bakso sejak tahun 1980-an ini.

Paguyuban ini memang ditujukan sebagai wadah berkumpulnya pedagang bakso di Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan untuk beberapa pedagang lainnya yang juga ingin bergabung termasuk pedagang soto, bakso bakar, dan pentol bakso. Mitra usaha seperti pedagang daging, pedagang sayur, cabai, bawang, pedagang tahu, pedagang tepung juga diperbolehkan ikut dalam APMISO.

Puluhan pedagang membagikan 10.000 porsi bakso ke korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Para pedagang itu tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Indonesia.Kegiatan sosial yang dilakukan APMISO. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

Tujuan dibentuknya APMISO ini adalah untuk membina dan mengembangkan keahlian para pedagang bakso agar lebih sejahtera. Dengan adanya paguyuban ini diharapkan juga bisa menjadi tempat berbagi keluh kesah dan juga berbagi tips sukses membuat serta menjual bakso.

Sebagai ketua APMISO, Lasiman juga sering mendapat undangan dari berbagai kalangan mulai dari walikota, gubernur hingga presiden. Dengan adanya paguyuban ini diharapkan para pedagang bakso bisa semakin sejahtera.

Lasiman sendiri merupakan penjual bakso dengan usahanya yang bernama Bakso Petruk, kedai baksonya ini berlokasi di Banyumanik dan Bakso Pak Kliwon di Sentiaki Raya 17. Kedua kedai bakso ini berada di Semarang.



Simak Video "Pedas Nikmat Bakso Lava dengan Beragam Isian, Beratnya 3 Kg!"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT