Tawarkan Ragam Menu, Katering Rumahan Ini Omzetnya Rp 10 Juta/Bulan

Inkana Putri - detikFood
Selasa, 01 Mar 2022 08:30 WIB
Instagram @warung88culinary
Foto: Dok. Instagram/@warung88culinary
Jakarta -

Ide bisnis kuliner katering rumahan menjadi salah satu yang kini banyak dilakukan masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat lebih suka memesan makanan yang praktis sehingga peminat layanan katering makin diminati.

Ade Rozaly Rahadian menjadi salah satu yang memanfaatkan peluang usaha kuliner katering rumahan lewat Warung 88 Culinary. Usaha yang dimulainya sejak tahun 2020 ini menyediakan aneka menu katering mulai dari lunch box hingga snack box.

"(Dimulai saat) mengikuti acara webinar mulai di akhir tahun 2020. Bisnis kuliner (kami) menyediakan lunch box, breakfast box, cake & bakery," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk varian breakfast box, Warung 88 Culinary menyediakan aneka roti, scramble egg dengan sauteed vegetables dan potato wedges, hingga sandwich. Sementara untuk meal box, ada varian menu seperti nasi kebuli, nasi bistik ayam, sampai nasi ayam lada hitam.

Instagram @warung88culinaryFoto: Dok. Instagram/@warung88culinary

Bukan hanya itu, pelanggan juga bisa memesan aneka snack seperti risoles dan soes. Adapun seluruh menu katering ini dapat dipesan dengan minimal pembelian 25 box. Untuk area Bandung, Warung 88 Culinary juga menyediakan free ongkir dengan pemesanan satu hari sebelumnya.

Meski hingga saat ini belum melayani dine in. menu Warung 88 Culinary ternyata cukup diminati banyak orang. Hal ini terlihat dari jumlah pesanan yang bisa mencapai 500 box per bulannya. Bahkan, omzetnya pun mencapai Rp 10 juta per bulan.

Soal pemasaran, Ade mengatakan dirinya memanfaatkan media sosial dan layanan delivery online.

"(Saat ini) sementara tidak membuka outlet untuk dine in hanya untuk delivery. (Untuk pemasaran) menggunakan e-commerce dan media sosial," katanya.

Walaupun bisnisnya sudah cukup berjalan baik, Ade mengakui masih ingin mengembangkan Warung 88 Culinary hingga ke Bandung Raya. Untuk itu, ia mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu dari Kraft Heinz Food Service.

"Alasan ikut program ini karena ingin mencakup lebih luas lagi untuk daerah Bandung Raya. Dengan segala tantangan yang ada, (kami) harus mempunyai pangsa pasar dasar untuk menunjang perkembangan bisnis kuliner," paparnya.

"Harapannya, efek branding lebih dikenal dan tentunya meningkatkan pendapatan (revenue)," pungkasnya.

(akd/ega)