Mirip Donat, Kue Asal Italia Ini Cocok Jadi Alternatif Kue Ulang Tahun

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood Kamis, 13 Jan 2022 18:25 WIB
nonikecil_aslimakassar Foto: Instagram/@nonikecil_aslimakassar
Jakarta -

Donat memang terasa lezat untuk dijadikan camilan, terutama bagi para penyuka makanan manis. Apalagi saat ini ada banyak kreasi donat dengan berbagai topping.

Selain donat, baru-baru ini, bomboloni juga jadi camilan manis yang banyak digandrungi masyarakat. Meski sekilas berbentuk menyerupai donat, namun bomboloni ternyata memiliki perbedaan tersendiri dari donat.

Bomboloni tidak memiliki lubang di tengah. Tak hanya itu, bomboloni juga tidak ditaburi topping seperti donat, melainkan diberi isian (filling) beraneka rasa. Meski begitu, kue asal Italia ini tetap disukai banyak orang, bahkan menjadi tren.

Meningkatkan tren bomboloni pun membuka peluang usaha kuliner bagi sebagian orang. Salah satunya seperti pemilik usaha kuliner Noni Kecil Asli Makassar, Yenni akhirnya memutuskan untuk menjual bomboloni di tahun 2020.

"Mulai tahun 2020, awalnya karena suka buat kue-kue berdasarkan resep, baik secara online maupun belajar offline. (Kemudian) dicobain ke kenalan dan mereka suka, jadi coba-coba iseng buat dan jual dan waktu itu pas lagi tren bomboloni," ujarnya kepada detikcom.

Yenni pun mengatakan bomboloni miliknya dibuat tanpa bahan pengawet. Dirinya juga menawarkan berbagai jenis filling seperti cokelat, vanilla, hingga durian.

"Bomboloni sangat lembut bahkan hingga hari ketiga tanpa tambahan pelembut, tanpa pengawet. (Tersedia) filling milk chocolate, choco hazelnut, durian, vanilla, skippy," katanya.

Menariknya lagi, Yenni juga menjual Bombolone Tower, yakni tumpukan bomboloni yang dibuat menyerupai menara. Adapun kreasi bomboloni ini biasanya dipesan untuk acara ulang tahun sebagai pengganti kue tart.

Soal omzet, Yenni menyebut dalam satu bulan dirinya bisa menjual ratusan pcs bomboloni dengan penghasilan sekitar Rp 2 juta per bulannya. Namun, adanya pandemi membuat usaha miliknya cukup terdampak karena daya beli menjadi sangat menurun dan bermunculan banyak saingan.

Untuk itu, Yenni terus menawarkan lebih banyak jenis dan tidak melupakan item favorit dan mengikuti tren kuliner. Dirinya juga mengikuti program Kembangkang Bisnis Kulinermu dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service. Ia berharap melalui program ini, usaha bomboloni miliknya bisa terus berkembang.

"Semoga kegiatan seperti ini terus ada (dan) membantu promosi usaha kecil dengan aktif. Karena belum tentu nggak enak usaha yang nggak terkenal, hanya belum dikenal saja," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com