Kisah Korban PHK Jual Ayam Geprek 3000 Porsi/Bulan, Cuan Jutaan

Dea Duta Aulia - detikFood Minggu, 02 Jan 2022 20:57 WIB
Instagram: ayamgepreknasional.id Foto: Instagram: ayamgepreknasional.id
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang hadir pada awal 2020 tidak hanya menghatam kesehatan saja. Namun wabah tersebut juga menghadirkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)yang sangat besar dan menghantam banyak pekerja.

Salah satu pekerja yang merasakan gelombang PHK akibat Pandemi COVID-19 yakni Yohanes Meor. Di awal-awal wabah tersebut masuk, ia terpaksa harus menerima kenyataan pahit akibat tempatnya bekerja melakukan PHK.

Kenyataan pahit tersebut tentu tidak membuat semangatnya untuk menafkahi keluarga padam begitu saja. Yohanes lebih memilih untuk segera bangkit dengan mendirikan usaha Ayam Geprek Nasional pada tahun 2020.

"Awal memulai usaha ketika PHK dari kerja tahun 2020 awal ketika pandemi mulai melanda Indonesia. Akhirnya saya bersama istri mulai merintis usaha kuliner dengan mendirikan bran Ayam Geprek Nasional dimana kami kelola ayam geprek dan aneka lalapan," kata Yohanes kepada detikcom.

Yohanes menceritakan, awal memulai bisnis ini sempat mengalami sejumlah masalah, salah satu terkait dengan modal. Namun, hal tersebut tidak membuatnya berhenti begitu saja. Ia bersama sang istri tercinta mencari jalan agar modal yang dimiliki bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan layanan daring. Ia mengakui, layanan daring sangat membantu untuk mengefisienkan modal yang dimiliki sebab tidak perlu mengeluarkan uang untuk sewa ruko atau tempat.

"Kami memulai usaha di rumah karena kami keterbatasan modal untuk menyewa tempat. Tetapi saya bersyukur karena saya memulai promosi makanan online dan distribusi dengan sistem delivery," katanya.

Yohanes juga membawa bisnisnya untuk masuk ke layanan pesan-antar makanan dan minuman daring. Menurutnya, layanan tersebut sangat membantu mengingatkan pendapatannya. Bahkan, Yohanes mengakui, Ayam Geprek Nasional mampu menjual produk hingga 3.000 porsi perbulan. Dari sisi omzet yang diterima pun cukup menggiurkan yakni Rp 8 juta/bulan.

"Awalnya saya offline dan setelah itu bergabung (dengan layanan pesan-antar makanan dan minuman daring) jadi sangat membantu penghasilan saya," tambahnya.

Upayanya untuk terus mengembangkan bisnis Ayam Geprek Nasional tidak hanya sebatas masuk ke layanan daring saja. Namun, ia juga mengikuti program pengembangan usaha 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Program tersebut sengaja digelar oleh detikcom dan Kraft Heinz Food Service untuk mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

"Pertama saya ingin tahu marketing yang bagus agar usaha bisa dikenal luas dan yang kedua saya membutuhkan modal usaha agar saya bisa menyewa tempat usaha dan menambah bahan baku," kata Yohanes.

Meskipun baru pertama kali mengikuti, ia mengakui mendapatkan banyak benefit dan ilmu dari program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Melalui ilmu yang didapatkan dari program tersebut, Yohanes berharap bisnis Ayam Geprek Nasional terus berkembang. .

"Semoga bisa membantu saya dalam memajukan usaha kuliner saya," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com