Berawal dari Hobi, Wanita Ini Sukses Jual Ratusan Box Kue Per Bulan

Jihaan Khoirunnisa - detikFood
Jumat, 31 Des 2021 16:48 WIB
Instagram.com/galbakesandco
Foto: Instagram.com/galbakesandco
Jakarta -

Beberapa tahun lalu, di Indonesia sempat nge-hits cheesecake asal Jepang yang lembut. Karena teksturnya yang lembut, kue tersebut dikenal sebagai cotton cheesecake.

Nah tahun ini, tren cheesecake lain juga masuk ke Indonesia, lho. Namanya basque burnt cheesecake. Sesuai namanya, kue ini memiliki permukaan yang sengaja dibuat gosong. Meskipun tampilannya agak meragukan, namun siapa sangka jika basque burnt cheesecake malah digemari masyarakat. Hal ini karena rasanya yang istimewa dan bikin orang ketagihan.

Mengutip Butter Nut Bakery, basque burnt cheesecake berasal dari Basque, sebuah suku yang hidup di Spanyol Utara. Di sana, kue ini dibuat dengan teknik pembuatan tradisional. Efek gosong yang ada pada lapisan kue memang terjadi secara alami karena dipanggang dengan suhu panas atas lebih dari 200 derajat celcius. Namun, itulah yang menjadi keunikan dari kue keju yang kekinian.

Tak hanya varian original, saat ini banyak inovasi basque burnt cheesecake yang bermunculan. Seperti yang dilakukan oleh Monicha Gabriela Sendow, pemilik dari bisnis Gal Bakes & Co. Gal Bakes & Co. menawarkan menu burnt cheesecake dengan aneka topping nikmat, seperti Nutella Berry dan Lotus Biscoff. Untuk varian Nutella Berry, menggunakan selai hazelnut dari Italia yang ada dari tahun 1949. Rasa manis hazelnut berpadu dengan segar khas buah stroberi. Yumm! Sedangkan Lotus Biscoff sendiri merupakan selai asal Belgia yang populer di Indonesia.

Adapun ukuran yang tersedia juga beragam. Kamu bebas memilih ingin membeli burnt cheesecake ukuran mini atau whole cake. Selain itu, di Gal Bakes & Co. juga ada menu lainnya, seperti pie buah dan pie cokelat, serta pudding aneka rasa. Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai menu dan harga, atau pemesanan bisa langsung cek di laman Instagram @galbakesandco.

Monicha mengatakan bisnis kulinernya baru dia geluti sejak Maret 2021. Adapun keinginan untuk berjualan karena hobi membuat kue dan dessert.

"Awal cerita, bermula dari hobi saya baking dari SMA. Didukung mama dan keluarga dekat, saya (akhirnya) memberanikan diri jualan dessert online. (Waktu itu) masih pandemi, jadi semua diharuskan WFH. Dari situ saya membuka usaha ini," ujarnya kepada detikcom.

Monicha tak menyangka ternyata banyak pembeli yang cocok dengan rasa kue di Gal Bakes & Co. Hingga akhirnya dia bisa menjual hingga 200 box kue setiap bulannya. Untuk pemasaran, Monicha mengaku lebih mengandalkan platform media sosial. Karena strategi tersebut yang dinilainya tepat untuk dijalankan selama pandemi COVID-19.

Agar bisnis kulinernya semakin berkembang, Monicha terus menggencarkan inovasi produk, sambil tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa kue yang dibuatnya. Tidak hanya itu saja, dia juga aktif mengikuti kursus membuat kue, baik yang berbayar maupun tidak. Dengan harapan skill-nya dapat semakin terasah. Belum lama ini, dia bahkan mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu dari Kraft Heinz Food Service.

"Saya sangat bersemangat dengan program Kembangkan Bisnis Kulinermu. Terutama tentang strategi penjualan di tengah pandemi saat ini. Semenjak saya mau tekun jualan dessert online, saya memang mengagumi kedua narasumber yang dihadirkan. Semoga kelak saya bisa mengikuti jejak karir sukses seperti kedua narasumber," tandasnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)