ADVERTISEMENT

Semerbak Kopi Sajang, Kopi Arabika dari Kaki Gunung Rinjani

Yenny Mustika Sari - detikFood
Rabu, 29 Des 2021 17:33 WIB
Kopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung Rinjani
Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Jakarta -

Panoram memukau dari Gunung Rinjani sudah tersohor sampai ke mancanegara. Di salah satu desanya ada budidaya kopi arabika yang dikenal dengan nama Kopi Sajang.

Gunung Rinjani menawarkan wisata alam dengan panorama yang memukau. Ada beberapa titik pendakian yang menjadi favorit turis lokal maupun mancanegara.

Udara yang sejuk membuat pedesaan di kaki Gunung Rinjani kaya akan hasil perkebunan yang melimpah ruah. Ada juga perkebunan kopi di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur.

Tim detikcom berkunjung ke Koperasi Kopi Sajang untuk mengetahui keistimewaan cita rasa dari kopi tersebut. Tentunya dalam rangkaian Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika (24/11).

Kopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung RinjaniKopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung Rinjani Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kami bertemu dengan Rozak, pemandu selama di Sembalun yang juga memiliki usaha kedai kopi 'Kopina Sajang'. Rozak menjelaskan apa saja keistimewaan dari Kopi Sajang.

Baca Juga: 5 Kuliner Malang Legendaris yang Selalu Ngangeni, Ada yang Sudah 100 Tahun!

Kopi Sajang termasuk ke dalam varietas kopi arabika. Uniknya, kopi arabika di Sajang ini memiliki ukuran biji yang jauh lebih besar. Berbeda dengan kopi arabika lain yang biasanya berukuran kecil.

Kopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung RinjaniKopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung Rinjani Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

"Kopi Sajang ini banyak orang salah mengira kalau itu robusta. Padahal ini asli arabika. Memang ukurannya lebih besar dari arabika lainnya, jadi banyak orang mengira itu robusta. Bahkan, sempat ada yang protes kalau kita salah kirim saat memasok. Padahal itu kopi arabika asli dari Sajang," kata Rozak memulai ceritanya kepada detikFood (24/11).

Perkebunan kopi khas Sajang berada di wilayah dengan ketinggian 800 mdpl yang cukup luas sekitar 400 hektar. Walaupun sebenarnya kopi arabika harus ditanam di atas ketinggian 1.000-2.000 mdpl, namun kopi Sajang tetap bisa tumbuh dengan cepat baik. Rozak menambahkan karena udara Sajang yang memiliki udara sejuk cenderung dingin.

"Perkebunan ini berada di desa Sajang yang ketinggian wilayahnya 800 mdpl. Memang masih kurang tinggi, namun kualitas arabikanya masih baik. Ini karena udara dingin di Sajang yang bisa mendukung," tambah Rozak.

Baca Juga: Tahun Baru di Yogyakarta? Jangan Lupa Jajan 5 Gudeg Mercon Enak Ini

Sampai saat ini perkebunan kopi di Sajang masih aktif sebanyak 60 persen. Pola penanamannya juga tumpang tindih (polyculture) dengan tanaman buah lainnya.

Kopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung RinjaniKopi Sajang, Kopi Arabika di Kaki Gunung Rinjani Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Ciri khas dari kopi Sajang adalah tidak memiliki aroma kopi yang kuat. Saat kami disajikan segelas kopi mungkin orang akan berpikir kalau disajikan kopi robusta.

Namun saat mencecapnya, barulah terasa ciri khas dari kopi arabika. Sensasi rasa pahit yang bercampur dengan asam. Namun, asamnya lebih memiliki sensasi 'fruity' yang tidak begitu kuat.

"Kopi arabika khas Sajang ini beda dari yang lain. Kalau biasanya aroma kopi arabika sangat kuat, kopi Sajang tidak begitu menonjol. Terdapat rasa asam yang merupakan ciri khas arabikka, serta rasanya lebih 'fruity'," ujar Rozak.

Kopi Sajang ini bisa dibeli langsung Koperasi yang mengelola produksi kopi. Harga per kilogramnya Rp 100.000, Bisa langsung digiling dengan mesin modern.

Baca Juga: Driver Ojol Cekcok dengan Pemilik Resto karena Restoran Tutup, Ini Kronologinya



Simak Video "Camilan Baru! Kacang Buncis Khas Desa Sembalun"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT