Sempat Sepi, UMKM Kuliner Ini Bisa Jual 1.000 Produk Berkat Digitalisasi

Jihaan Khoirunnisa - detikFood
Kamis, 23 Des 2021 15:53 WIB
Instagram.com/bowiekitchen.id
Foto: Instagram.com/bowiekitchen.id
Jakarta -

Merintis sebuah usaha di tengah pandemi bukan hal yang tak mungkin. Sebaliknya, justru banyak muncul peluang usaha baru di masa pandemi COVID-19.

Seperti yang dirasakan oleh Windy Hapsari, pemilik dari usaha kuliner dengan nama Bowie Kitchen Pasta & Ricebowl. Bisnis tersebut ia bangun pada 2020 silam bersama sang Suami yang resign dari pekerjaan karena ingin dekat dengan keluarga.

"Suami berhenti kerja dan memutuskan resign dengan harapan bisa memperoleh pekerjaan sekaligus dekat dengan keluarga. Namun ternyata gelombang pandemi membuat suami sulit mendapatkan pekerjaan, lalu kami berpikir untuk memulai usaha saja, berbekal pengalaman suami yang sempat bekerja di dapur kapal pesiar," ujarnya kepada detikcom.

Sayangnya, belum lama berjalan usahanya harus dihadapkan pada ujian besar. Yakni kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB oleh pemerintah. Kondisi tersebut dinilainya cukup berat, mengingat aktivitas masyarakat yang terbatas. Ditambah kondisi ekonomi yang sedang melemah sehingga ikut berdampak pada daya beli masyarakat.

"Orang-orang banyak yang dirumahkan, perekonomian negara sedang melemah otomatis berdampak pada daya beli warga, itu yang sangat terasa. Sehari kadang kami hanya melayani 5 item saja yang terjual dengan waktu buka 1 harian. Terkadang saking ingin mengejar target penjualan kami buka 24 jam," tuturnya.

Kendati demikian, pandemi tidak lantas membuat Windy dan suami menyerah. Mereka terus berupaya mencari cara agar usaha kulinernya yang baru seumur jagung tetap survive. Salah satunya dengan go online dan memanfaatkan platform digital.

"Kami memutuskan untuk memulai usaha ini secara online, dengan sedikit kemampuan menggunakan sosial media saya menjajakan dan mempublikasikan usaha melalui status WhatsApp dan Instagram lewat (@bowiekitchen.id). Dilanjut dengan mendaftarkannya pada marketplace Gofood dan grabfood yang hingga saat ini masih berjalan," terang Windy.

Windy bersyukur, berkat strategi yang diterapkan ia bisa menjual hingga 1.000 produk setiap bulan. Dari situ, ia mengantongi omzet sekitar Rp 5 juta. Di samping itu, Windy juga menerapkan strategi lainnya. Ia mengadakan promo untuk menarik pembeli serta membuat inovasi produk baru. Dengan harapan bisa semakin mengikuti selera konsumen.

"Kami menciptakan variasi menu mulai dari pilihan size yang lebih ekonomis maupun pilihan menu yang juga lebih ekonomis. Hal ini kami lakukan untuk mengakomodir kemampuan membeli masing-masing konsumen yang berbeda juga menyesuaikan selera mereka," tutur dia.

Windy juga mengikuti program pengembangan bisnis kuliner. Salah satunya 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Ia mengaku mendapatkan ilmu baru yang membuatnya semakin termotivasi dalam membangun bisnis Bowie Kitchen biar semakin berkembang.

"Saya senang karena dapat belajar langsung dengan para senior yang sudah lebih dahulu terjun dalam dunia usaha kuliner. Senang juga saat tahu ternyata banyak sekali rekan-rekan yang juga sedang sama-sama berjuang mengembangkan usahanya. Karena itu juga saya jadi merasa lebih termotivasi," terang Windy.

"Banyak sekali pola-pola marketing dan pengembangan usaha yang dapat saya ambil dan pelajari dari paparan para pembicara dan itu sedikit banyak mempengaruhi saya dalam pengambilan kebijakan-kebijakan atau memikirkan pola pengembangan usaha saya," tandasnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)