ADVERTISEMENT

Di Stasiun Pondok Cina Ada Lumpia Basah hingga Street Food Korea Rp 10 Ribu!

Yenny Mustika Sari - detikFood
Minggu, 19 Des 2021 12:06 WIB
Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.
Foto: detikFood
Jakarta -

Menyusuri jalan di area Stasiun Pondok Cina benar-benar dimanjakan dengan beragam pilihan jajanan. Ada lumpia basah hingga street food Korea seharga Rp 10.000.

Banyaknya pilihan jajanan enak yang tersebar di kawasan Stasiun Pondok Cina membuat beberapa orang bingung ingin membeli yang mana. Mulai dari jajanan tradisional hingga kekinian ada di sana.

Kami menyusuri jalanan sekitar Stasiun Pondok Cina untuk menetapkan pilihan ingin jajan apa. Salah satu yang menarik adalah penjual lumpia basah khas Bandung. Lapaknya ramai dikerumuni pembeli wanita saat jam pulang kerja tiba.

Bergerak maju ke depan, kami juga melihat ada street food khas Korea yang ditawarkan dengan gerobak berwarna merah terang. Jajanannya berupa fish cake atau bakso ikan yang diberikan bumbu Korea, seperti gochujjang dan Samyang.

Tak jauh dari lapak Street Food Korea, tepat di depan gang ada penjual serabi khas Solo. Kami tertarik menegoknya karena proses pembuatan serabi masih tradisional menggunakan wajan tanah liat.

Penasaran dengan cita rasanya? Berikut 3 jajanan enak di Stasiun Pondok Cina pilihan detikFood:

1. Lumpia Basah

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

Ada dua jenis lumpia basah di Indonesia. Lumpia basah khas Semarang dan Bandung. Bedanya, kalau yang berasal dari Semarang biasa disebut loenpia dengan isian rebung. Sedangkan yang asalnya dari Bandung, kulit lumpia diberikan olesan tepung sagu manis dan isiannya menggunakan bengkuang.

Salah satu penjual lumpia basah khas Bandung bisa kamu temui di Stasiun Pondok Cina, Depok. Gerobaknya tak memiliki nama, hanya bertuliskan 'Lumpia Basah'. Lumpia basah ini juga pernah viral di TikTok.

"Lumpia basah kita beda sama yang dari Semarang, karena ini khas Bandung. Isiannya pakai bengkuang sama taoge, kalau Semarang kan pakai rebung," kata Jimi, penjual Lumpia Basah di Stasiun Pondok Cina kepada detikFood (7/12).

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

"Terus kita juga selalu fresh, soalnya dimasak kalau ada yang pesan. Harganya Rp 10.000 per porsi. Nggak ada varian kayak sosis atau bakso gitu, cuma dicampur telur aja," sambung Jimi.

Lumpia basah racikan Jimi ini memang selalu segar karena baru dibuat kalau ada pesanan. Tak ada varian rasa seperti tambahan sosis atau bakso. Hanya saja bisa memilih level kepedasannya.

Tak heran kalau lumpia basah ini bisa viral di TikTok, karena rasanya terbukti enak. Baru suapan pertama langsung tercecap rasa gurih, manis, dan agak pedas di lidah. Membuat kami tak bisa berhenti untuk menikmatinya.

Baca Juga: 5 Jajanan Murah Nikmat di Stasiun Pondok Cina, Mulai dari Rp 2 Ribuan!

2. Street Food Korea Cak Kan

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

Kuliner yang tersebar di Stasiun Pondok Cina memang kebanyakan menawarkan cita rasa tradisional. Namun, ada satu penjual yang menawarkan street food Korea dengan harga murah.

Namanya Street Food Korea Cak Kan yang berlokasi di depan gang untuk menuju ke Stasiun Pondok Cina. Street Food Korea ini buka sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung diserbu banyak pelanggan.

Tampilan makanan yang ditawarkan mirip seperti tteokbokki. Hanya saja menggunakan aneka jenis fish cake (bakso ikan). Bumbu yang tersedia juga tak hanya gochujjang, tapi ada bumbu Samyang, bulgogi, asam manis, dan tomyum. Harga per cup dibanderol Rp 10.000.

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

Kanang, pemilik usaha Street Food Korea Cak Kan ini menceritakan alasannya memilih menjual street food Korea. "Kebetulan orang-orang kita ini lagi demam ala-ala Korea, makanya kita cari trobosan baru. Makanan apa sih yang sebetulnya kira-kira lagi hits sekarang. Kebetulan pilihannya jajanan Korea," jelas Kanang.

Beragam jenis fish cake yang digunakan oleh Kanang di antaranya adalah cheese dumpling, chikuwa, fish ball, fish roll, odeng, hingga bakso yang menyerupai cumi-cumi. Pelanggan bisa memesan untuk mencampur beragam jenis fish cake di sini, namun hanya diperbolehkan memilih satu jenis saus.

Untuk sausnya sendiri, varian yang paling laris diserbu adalah gochujjang dan Samyang. Keduanya memiliki rasa yang agak pedas. Racikan sausnya juga dibuat sendiri oleh Kanang.

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

"Kita memiliki 6 varian rasa, ada blackpepper, asam manis, bulgogi, gochujjang, samyang, dan tomyum. Pelanggan paling suka yang gochujjang dan Samyang," ujar Kanang.

"Sausnya juga racikan sendiri. Jadi kita racik lagi pakai tambahan saus sambal, gula, kecap, bubuk cabai, hingga saus Korea asli kayak gochujjang sama Samyang itu," sambungnya.

Baca Juga: Laris Manis! Kue Putu Jadi Jajanan Favorit di Orchard Road Singapura

3. Srabi Solo Pocin

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

Kalau rindu dengan serabi khas Solo, tak perlu bingung lagi karena kamu bisa menemukannya di kawasan Stasiun Pondok Cina. Letaknya berada tepat di depang gang menuju stasiun. Kalau kamu dari arah Jalan Margonda Raya pasti tak asing dengan gerobak bertuliskan Srabi Solo Pocin.

Kami tertarik karena ternyata penjualnya masih menggunakan wajan tanah liat yang memang biasa digunakan untuk membuat serabi khas Solo. Harga yang ditawarkan juga sangatlah terjangkau, mulai dari Rp 3.000 saja.

Saat memesan serabi, kami juga bisa melihat bagaimana proses pembuatannya. Terbuat dari adonan tepung beras yang dilarutnya bersama air, gula, soda kue, bubuk vanila, santan cair, dan garam. Agar aromanya harum, Sugiarto sang penjual menambahkan selembar daun pandan.

Racikan adonan serabi Solo ini Sugiarto pelajari saat pernah bekerja di gerai Serabi Solo. Sampai akhirnya pada tahun 2008 ia mencoba peruntungan menjual serabi Solo sendiri di kawasan Stasiun Pondok Cina.

"Sebenarnya saya asli dari Magelang, tapi karena pernah kerja di tempat serabi Solo ya jadi tahu. Racikannya pakai tepung beras sama santan jadi rasanya gurih," cerita Sugiarto penjual Srabi Solo Pocin.

Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan.Jajanan Pilihan DetikFood di Stasiun Pondok Cina. Ada Serabi Solo, Street Food Korea, dan Lumpia Basah Rp 10 Ribuan. Foto: detikFood

Adonan serabi Solo yang cair ini dimasak di atas wajan tanah liat sampai matang. Tekstur serabi khas Solo yang lembut kenyal terasa nikmat, apalagi rasa gurihnya sangat pas.

Tersedia aneka varian. Ada yang polos, pisang, nangka, cokelat keju, cokelat pisang, hingga kombinasi 4 rasa. Kami mencoba serabi yang dipadukan dengan cokelat dan pisang, ternyata rasanya sangat nikmat dan ini merupakan salah satu varian favorit pelanggan.

Baca Juga: 5 Sate Legendaris di Jalur Puncak yang Kelezatannya Tak Tertandingi



Simak Video "Serabi Solo dan Lumpia Basah, Cita Rasa Autentik di Pondok Cina"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT