Manisnya Bisnis Croffle Kekinian, Omzet Bisa Rp 13 Juta/Bulan

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Senin, 29 Nov 2021 20:51 WIB
crofflebydapurpinpinto Foto: Instagram/crofflebydapurpinpinto
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, croffle menjadi tren makanan kekinian yang populer di kalangan anak muda. Bahkan, gerai yang menjual croffle selalu antre dan dipadati pengunjung.

Nama croffle berasal dari perpaduan antara croissant dan waffle. Hidangan ini dibuat dari croissant yang dipanggang dengan cetakan waffle. Kemudian dibalur dengan gula atau disiram saus manis, seperti maple syrup maupun cokelat.

Melihat croffle yang begitu digandrungi masyarakat, membuat Alvin Alviandi Hendrawan menjadi terinspirasi. Dengan brand Croffle by Dapur Pinpinto, dia pun membawa tren croffle ke tanah Bali.

"Ceritanya awal melihat ada croffle yang viral di Jakarta lalu di Bali masih sangat sedikit yang jual croffle sehingga saya mencari tahu di mana yang menjual bahan baku dan ketemu lalu saya mencoba membuka usaha croffle tersebut," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Di Croffle by Dapur Pinpinto, kamu bisa memesan croffle dengan jumlah isian mulai dari 5 hingga 10 dalam satu paketnya. Sementara itu, pilihan sausnya juga beragam dan kamu bebas memilih. Ada yang original, maple syrup, milky cream, choco crunchy, hingga nutella. Kulit luar croffle yang crunchy makin nikmat dengan dipping sauce sebagai pelengkap.

Croffle by Dapur Pinpinto dibuat homemade dengan bahan-bahan berkualitas. Sausnya dibungkus terpisah, jadi kamu nggak perlu takut croffle lembek saat di perjalanan. Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp 32 ribu saja. Buat kamu yang berada di sekitar wilayah Bali dan ingin mencoba Croffle by Dapur Pinpinto, boleh langsung pesan lewat laman Instagram @crofflebydapurpinpinto, Gojek, maupun Tokopedia.

Alvin menjelaskan awal mula bisnis yang berjalan sejak Juli 2021 ini hanya menerima pesanan lewat sistem pre-order atau PO. Namun sekarang, setidaknya ada 2.000 croffle terjual setiap bulan. Dari jumlah tersebut, Alvin mendapatkan omzet sekitar Rp 13 juta.

"Saya memulai usaha semenjak pandemi sehingga kegiatan operasionalnya sudah disesuaikan dengan keadaan pandemi," tuturnya.

Agar bisnis kulinernya semakin berkembang, Alvin pun mengikuti sejumlah webinar dan program pelatihan. Salah satunya program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Acara ini digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service demi mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

"Acaranya sangat baik. Saya bisa mendapatkan banyak pelajaran (seputar bisnis kuliner). Semoga saya bisa semakin mengembangkan bisnis," tandasnya.

(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com