Pedasnya Bisnis Sambal Khas Nusantara, Omzetnya Rp 300 Jutaan/Bulan

Inkana Putri - detikFood Senin, 15 Nov 2021 23:26 WIB
Chillibag & Ayam Asap TeBeKa (Teman Baik Kamu) Foto: chillibagtasteofindonesia
Jakarta -

Indonesia memang terkenal dengan kulinernya yang lezat. Dan uniknya, banyak kuliner di Indonesia yang tak lepas dari sambal.

Sambal memang jadi salah satu peneman makanan favorit masyarakat Indonesia. Tak heran banyak orang yang memanfaatkan peluang bisnis dari kuliner yang satu ini. Salah satunya seperti Pemilik Chillibag & Ayam Asap TeBeKa (Teman Baik Kamu), Jihan Nararya.

Berawal dari kegemarannya menyantap sambal, Jihan akhirnya membuka usaha Chillibag dan menghadirkan berbagai aneka sambal khas Indonesia. Beberapa di antaranya sambal ikan kayu, andaliman, jambal, roa, cumi, peda, hingga matah.

"Pada 2012, Chillibag lahir dari pengalaman pribadi yang menyukai sambal dan melihat peluang bahwa di setiap piring makan masyarakat kita dari pagi, siang maupun malam selalu ada sambal sebagai salah satu pelengkapnya. Setiap daerah di Indonesia mempunyai cita rasa yang menjadi ciri khasnya. Oleh karena itu, Chillibag mengangkatnya sebagai bahan utama di produk sambalnya seperti ikan kayu ciri khas dari Nanggroe Aceh Darussalam, andaliman dari Sumatera Utara, dan lain-lain," ujarnya kepada detikcom.

Selain aneka sambal, Chillibag juga menawarkan menu makanan lainnya seperti bumbu nasi goreng kencur, tauco, bumbu asinan buah dan asinan sayur, seblak, rendang. Ada juga bumbu taliwang, woku, mangut, soto ayam, asap kecap TeBeKa, mie ayam asap, ayam asap garing, ayam panggang susu hingga es pala.

Dalam satu bulan, Jihan mengatakan bisa menjual hingga 10.000 pcs produk. Namun, saat pandemi penjualannya menurun hingga 90%.

"Sebelum pandemi bisa jual 4.000-10.000 pcs dan mendapat omzet Rp 100-300 juta. Namun, semenjak pandemi penurunan pendapatan B2B maupun B2C sebanyak 90%," katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Jihan mengubah strategi penjualan menjadi online. Ia juga menghadirkan inovasi produk lainnya.

"Dari offline menjadi online, dari fokus B2B merambah ke B2C dan Makloon menciptakan diversifikasi usaha dan produk," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu dari detikcom x Kraft Heinz Food Service. Melalui program ini, Jihan berharap dapat mengembangkan bisnisnya.

"Saya yakin dengan mengikuti program dari detikcom sebagai platform media rutan pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Kraft Heinz, perusahaan besar yang produknya kami pakai. Saya dapat peluang untuk mengembangkan bisnis saya menjadi lebih besar lewat promo di detikcom dan inovasi produk dari perusahaan besar yang bergerak di bidang food industry," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com