Dulu Obat, Peach Gum Diolah Jadi Dessert Enak yang Bikin Kulit Glowing

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Senin, 15 Nov 2021 18:48 WIB
Instagram/@tjemilketjil Foto: Dok. Instagram/@tjemilketjil
Jakarta -

Selain ditumis, peach gum juga kerap diolah menjadi hidangan pencuci mulut. Peach gum dessert menjadi salah satu kudapan yang tengah booming dan banyak diburu, terutama kala pandemi.

Karena selain enak, peach gum dessert juga dinilai baik untuk kesehatan. Bagaimana tidak, bahannya sudah banyak dipakai dalam pengobatan herbal Tiongkok.

Soal rasa, tenang saja, peach gum dessert tidak seperti obat kok. Cita rasanya bahkan cenderung manis serta memberi sensasi adem di perut. Selain menyegarkan dan menyehatkan, kulitmu pun akan ikutan glowing juga. Kok bisa?

Ya, peach gum atau getah dari pohon persik ini mengandung kolagen alami yang cukup tinggi yang bermanfaat untuk meregenerasi kulit. Selain itu, getah ini pun mengandung asam amino yang berfungsi untuk membantu jaringan protein dalam tubuh sehingga kulit akan terasa lebih lembap dan kenyal.

Biasanya, peach gum dessert terbuat dari berbagai bahan alami, seperti peach gum, longan atau kelengkeng kering, biji teratai dan buah angco. Namun, ada juga yang berkreasi dengan menambahkan snow bird nest. Seperti halnya Chorine. Pemilik dari usaha kuliner 'Tjemil Ketjil' ini menyajikan menu kombinasi peach gum dessert dan snow bird nest.

Untuk diketahui, snow bird nest adalah sekresi getah dari pohon yang tumbuh di pegunungan Tibet sampai India. Bahan ini terbilang kaya akan kolagen sehingga baik dikonsumsi untuk kecantikan kulit.

Di samping itu, ada juga varian original serta varian peach gum yang ditambah dengan snow lotus yang tidak kalah menyehatkan. Adapun untuk 1 cupnya terdiri dari 2 ukuran, yakni M dan L dengan harga mulai Rp 17 ribu.

Tidak hanya itu saja, di Tjemil Ketjil juga bisa menemukan aneka dessert lain seperti pudding dengan topping buah yang segar. Yummy banget! Untuk informasi lebih lanjut, langsung saja kepoin laman Instagram @tjemilketjil.

Lebih lanjut, Chorine menjelaskan Tjemil Ketjil berdiri pada tahun 2018. Awalnya ia berbisnis karena bosan di rumah dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

"Saya IRT yang ingin punya kegiatan lain selain mengurus rumah dan keluarga. Dan juga ingin mendapatkan penghasilan supaya bisa beli apapun yg diinginkan dengan hasil usaha sendiri. Tahun 2018 saya memulai usaha ini sendiri," ujarnya kepada tim detikcom.

Dikatakannya dalam sebulan usaha Tjemil Ketjil bisa mendatangkan omzet hingga Rp 10 juta. Kendati demikian, pandemi COVID-19 sempat membuat penjualan produknya menurun. Sehingga Chorine mencari strategi lain, seperti dengan memasarkannya lewat berbagai marketplace.

Di samping itu, dia juga memutuskan untuk ikut dalam program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu', yang digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Tujuannya tidak lain untuk mempelajari strategi sukses mengembangkan bisnis kuliner.

"Saya dapat menambah ilmu baru dan menambah semangat baru ketika mendengar cerita-cerita dari narasumber. Semoga saya bisa menerapkan ilmu yang didapat ke dalam bisnis yang saya jalani," pungkasnya.

Sebagai informasi, 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' merupakan acara persembahan dari Kraft Heinz Food Service dan detikcom. Dengan begitu diharapkan dapat mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com