Sensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan Terakhir

Achmad Syauqi - detikFood Senin, 15 Nov 2021 11:00 WIB
Klaten -

Saat musim hujan tiba, mi ayam jadi menu yang banyak digemari. Di Klaten ada warung mie ayam yang tampilannya unik karena mie ayam tersebut disajikan dalam wajan mini.

Sepintas tidak ada yang istimewa dari warung Mi Wajanku yang ada di depan SMK Juwiring, jalan Mrisen- Karang, Kecamatan Delanggu. Menempati ruko berukuran 3 x 10 meter, tampilan warung layaknya warung mie ayam pada umumnya.

Namun jika dicermati, ada yang berbeda karena di poster menu warung tidak ada gambar mie dalam mangkok seperti umumnya mie ayam. Pada foto menu, mie ayam disajikan dalam wajan mini yang besarnya seukuran mangkok.

Sensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan TerakhirSensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan Terakhir Foto: detikcom/Achmad Syauqi

Dari sisi penyajian pun tidak beda dari mie ayam umumnya. Hanya saja saat awal memasak, di warung itu bukan mangkok yang disiapkan tapi wajan-wajan kecil yang ditopang rangka besi.

Setelah wajan ditata berderet, bumbu minyak dan rempah dimasukkan ke wajan. Sambil menunggu mi matang, bumbu diaduk sehingga memunculkan bunyi dentang wajan aluminium saat diaduk.

Setelah sekitar satu menit, mie diangkat, dimasukkan wajan diaduk dengan bumbu. Mie ayam wajan pun siap disajikan dengan berbagai variasi menu.

Sensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan TerakhirSensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan Terakhir Foto: detikcom/Achmad Syauqi

Ada mie ayam biasa, mie ayam ditoping ceker, mie sosis dan lain sebagainya. Karena bukan disajikan di mangkok tapi logam, maka suhu panas mie ayam pun lebih awet. Mie tetap hangat hingga suapan terakhir.

Keunikan itu yang membuat Imam (25) dan temanya datang untuk mencoba. Meskipun sudah banyak warung mie ayam disambanginya, mie wajan sensasinya beda.

"Ya sensasinya beda. Umumnya kan makan mie selama ini saya pakai mangkok, ini pakai wajan yang bikin penasaran," ungkap Imam pada detikcom di lokasi. Ia harus mengantre beberapa saat untuk dapat kursi, Minggu (14/11/2021) siang.

Imam mengatakan karena dimakan di wajan, otomatis hangatnya mie ayam awet. Meskipun hujan tidak cepat dingin.

"

Sensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan TerakhirSensasi Makan Mie Ayam Wajan Mini yang Tetap Hangat hingga Suapan Terakhir Foto: detikcom/Achmad Syauqi

Ya kan tidak cepat dingin, ini yang unik. Soal harga biasa saja, tidak murah dan juga tidak mahal, terjangkau, dari Rp 7.000- Rp 15.000," imbuh Imam.

Pemilik warung, Giyanti (37) menceritakan ide awal berjualan mie wajan itu karena anaknya penggemar mie ayam. Saat itulah terpikir menjual mei ayam dengan wajan.

"Anak saya penggemar mie ayam, lihat di medsos dan awalnya coba- coba. Lalu jualan dengan wajan," ungkap Giyanti pada detikcom di warungnya.

Giyanti mengatakan wajan dipilih karena selain unik juga menyebabkan awet panas. Dirinya tidak menyangka ternyata peminatnya banyak.

"Ya biar unik saja dan beda dari yang lain, juga awet panas. Kalau hari Minggu lebih dari 100 mangkok, hari biasa ya kadang ada 100 mangkok," sambung Giyanti, yang tinggal di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu.

(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com