Usaha Burger Tanpa Daging buat Vegan Ini Beromzet Rp 50 Juta/Bulan

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Rabu, 10 Nov 2021 11:40 WIB
Burger The Good Mess Foto: Instagram/thegoodmess.id
Jakarta -

Burger merupakan salah satu makanan asal Amerika Serikat. Hidangan ini populer di dunia dan disukai oleh hampir semua orang, terutama anak-anak.

Burger biasanya disajikan dari satu tangkup roti diisi sepotong patty daging dan diberi tambahan saus dan sayuran dengan rasa yang gurih enak. Namun, bagaimana jadinya jika burger dibuat tanpa potongan daging?

Inilah yang disebut sebagai burger vegetarian. Di amerika, jenis burger ini mulai diminati karena dinilai sebagai alternatif yang lebih sehat ketimbang burger daging. Meski di Indonesia, plant-based burger masih sangat jarang, namun ada kabar bahagia buat kamu. Karena varian burger nabati yang vegetarian friendly hadir di The Good Mess.

Kedai makanan yang berlokasi di BSD ini menawarkan menu The Good Morning sebagai pilihan bagi orang yang menjalani gaya hidup vegan. Burger ini memiliki isian scrambled egg yang lembut, serta sauteed mushroom. Tidak hanya itu saja, di dalamnya terdapat potato chips kriuk yang semakin menambah kelezatan burger.

Kendati demikian, kamu tetap bisa menikmati lezatnya varian burger lain yang tersedia di The Good Mess. Ada The Good One, single patty cheese burger dengan caramelized onion dan saus spesial. Selain itu ada The Great One yang merupakan cheese burger dengan double patties.

Tersedia juga aneka macam camilan, seperti tater tots, french fries, truffle chips, dan truffle fries yang tidak kalah nikmat. Semua menu tadi bisa kamu coba dengan harga terjangkau yakni mulai Rp 38.500 untuk varian burger dan Rp 14.000 untuk camilannya.

Ie Ignacio Joy Wiranto selaku owner mengatakan tadinya The Good Mess hanya mengandalkan sistem pre-order atau PO. Kemudian dia memberanikan diri untuk membuka offline store yang berlokasi di Tangerang.

"Bermula dari open pre-order di tengah pandemi dari Juli 2020 di Semarang. (Lalu) saya memutuskan untuk pindah ke Tangerang, Banten dan membuka outlet offline The Good Mess yang pertama," katanya kepada detikcom belum lama ini.

Selama pandemi, Ignacio menyebut lebih memaksimalkan channel online, salah satunya melalui Instagram @thegoodmess.id. Selain itu, dia juga mencoba strategi pemasaran lewat endorse untuk mendorong penjualan The Good Mess.

"Di era sekarang, kami mencoba merambah di keempat online platform, (Gofood, Grabfood, TravelokaEats, serta Shopeefood) bahkan kami menjual produk kami yg tahan lama seperti Chips melalui Tokopedia, kami sempat mendapatkan kesempatan untuk di-endorse oleh salah satu food influencer ternama yang sungguh berdampak baik dalam omset penjualan dalam beberapa waktu," tuturnya.

Dikatakannya, dalam sebulan setidaknya ada 1.000 burger terjual. Dari jumlah tersebut, Ignacio mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulan.

Sebagai informasi, Ignacio merupakan foodpreneur peserta 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Acara ini digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service demi mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

"Saya sangat tertarik dalam program Kembangkan Bisnis Kuliner di mana saat ini saya sungguh membutuhkan baik guidance dan pengetahuan dalam mengembangkan bisnis kuliner saya," ujarnya.

"Program ini dapat menuntun saya dalam membangun bisnis F&B ini dalam ke depannya dan juga membuka peluang baru untuk The Good Mess dalam terus berkembang," tandasnya.

(ncm/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com