ADVERTISEMENT

Cobain Nih! Gurih-Nikmatnya Nasi Tutug Oncom by Cleines Kitchen

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood
Selasa, 09 Nov 2021 19:12 WIB
Nasi tutug oncom.
Foto: dok. Instagram/cleineskitchen_pusat
Jakarta -

Nasi tutug oncom menjadi salah satu makanan khas Tasikmalaya yang digemari banyak orang. Terbuat dari nasi yang dicampur dengan oncom bakar atau goreng, nasi tutug oncom menjadi makin nikmat disantap saat masih hangat.

Untuk menambah kenikmatan, nasi tutug oncom sering kali dipadukan dengan berbagai lauk pauk, mulai dari tahu, tempe, ayam hingga ikan goreng. Bukan hanya itu, sajian ini juga biasanya dilengkapi dengan sambal bawang, sambal ijo, dan sambal terasi, serta lalapan.

Meski terlihat sederhana, siapa sangka kalau nasi tutug oncom saat ini makin banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Sebab, nasi tutug oncom sudah mulai banyak ditemui di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.

Pemilik usaha Nasi Tutug Oncom by Cleines Kitchen, Budi Yawan menjadi salah satu yang menjual nasi tutug oncom di wilayah Jakarta, tepatnya di Cengkareng. Budi mengaku usaha ini awalnya dibentuk karena dirinya sudah tak bekerja lagi akibat dampak pandemi.

"Awalnya berdiri Nasi Tutug Oncom ini adalah setelah saya tidak bekerja lagi di awal pandemi COVID-19, tepatnya berdiri di bulan Juni 2020 dengan berdagang di rumah hanya lewat aplikasi online GrabFood dan GoFood," ujarnya kepada detikcom.

Seiring berjalannya waktu, Budi mengatakan usaha nasi tutug oncom miliknya ternyata makin banyak digemari orang. Alhasil, ia pun memutuskan untuk berjualan secara offline di dekat RSUD Cengkareng.

"Alhamdulillah banyak orderan yang masuk lewat aplikasi tersebut bahkan pesanan nasi box untuk acara pun banyak dipesan oleh pelanggan kami, teman dan kerabat. Akhirnya saya coba untuk beranikan diri untuk buka warung makan kaki lima di sekitar RSUD Cengkareng pada bulan Agustus 2020," katanya.

Hingga saat ini, Budi menyebut dirinya telah memiliki beberapa cabang yang berlokasi di berbagai wilayah Jakarta. Bahkan, nasi tutug oncom miliknya juga telah mendapat review dari berbagai food vlogger hingga program kuliner Bikin Laper Trans TV.

"Sampai sekarang dan pada bulan April 2021 kami mencoba untuk membuka kemitraan dengan sistem franchise. Alhamdulillah bulan Mei 2021 kita mendapatkan mitra untuk membuka cabang ke-2 kita yang berada di Poris Tangerang, bulan Juli 2021 berdiri cabang ke-3 di Teluk Gong, bulan Agustus 2021 berdiri cabang ke-4 di Jalan Tenis Kapuk, dan bulan September 2021 berdiri cabang ke-5 di Tomang Utara, Jakarta Barat," ungkapnya.

Berkat usahanya, Budi berhasil menjual hingga 1.500 porsi nasi tutug oncom dalam satu bulan. Pendapatannya pun telah mencapai Rp 60 juta sebulan.

"Penghasilan sebulan sekitar Rp 60 juta dengan penjualan 1.500 porsi," jelasnya.

Sayangnya, pandemi ikut berdampak terhadap usahanya. Beberapa franchise pun terpaksa gulung tikar.

"Dampak yang terparah adalah pada saat gelombang ke-2 COVID-19 varian Delta melonjak di Jakarta. Warung kami yang berada di RSUD Cengkareng harus tutup sementara 1,5 bulan tidak boleh dagang. Cabang mitra franchise yang di Poris Tangerang dan cabang ke-4 kami yang di Teluk Gong, Jakarta Utara terpaksa gulung tikar. Sekarang outlet nasi Tutug oncom tersisa 3 outlet yaitu berada di RSUD Cengkareng dan di Tomang Utara," katanya.

Guna meningkatkan bisnisnya kembali, Budi melakukan digital branding melalui media sosial Instagram, Facebook dan TikTok. Ia juga menawarkan diskon menu 20% hingga 25% di aplikasi GrabFood, GoFood Shopee Food dan Traveloka Eats.

Selain itu, ia mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service. Dengan mengikuti program ini, ia berharap usaha nasi tutug oncom miliknya dapat berkembang lebih baik.

"Alasan kami mengikuti program ini adalah agar Nasi Tutug Oncom by Cleines Kitchen bisa dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat dan bisa meningkatkan omzet outlet Nasi Tutug Oncom di seluruh cabang kami. Semoga ada investor yang melirik untuk bekerja sama membuka restoran nasi Tutug oncom," tandasnya.



Simak Video "Berburu Kuliner Nusantara di Passer Legende PIM"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT