Di Bintaro Ada Bubur Keju Pakai Topping Kekinian, Sudah Pernah Coba?

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood Jumat, 05 Nov 2021 21:10 WIB
Bubur Cinta Bintaro Foto: Instagram/bucin.bintaro
Jakarta -

Bubur menjadi salah satu makanan populer di kawasan Asia, termasuk China, Jepang, Korea, dan tentunya Indonesia. Biasanya, bubur kerap disajikan sebagai menu sarapan. Namun, tak jarang juga bubur menjadi menu makanan orang yang sedang sakit karena memiliki tekstur yang lembut dan gizi yang baik.

Uniknya, saat ini telah hadir berbagai macam varian bubur dengan berbagai jenis topping. Salah satunya seperti Bubur Cinta (BuCin) Bintaro, yang menawarkan bubur dengan bermacam topping kekinian.

Pemilik BuCin Bintaro, Pinkyvi Tiffany Widajanto mengatakan bisnis BuCin Bintaro berawal dari eksperimen dirinya membuat bubur dengan campuran keju. Tiffany akhirnya membuka berjualan bubur keju dengan bermacam topping hingga aneka makanan rice bowl.

"Produk kami yaitu Bubur Ayam Keju, Beef Mentai Rice, dan aneka rice bowl. Berawal dari coba-coba eksperimen buat bubur menggunakan keju dan topping kekinian, lalu akhirnya kami kembangkan juga untuk makanan-makanan kekinian lainnya seperti beef mentai rice dan aneka rice bowl yang digemari oleh semua usia," ujarnya kepada detikcom.

Sama seperti bubur pada umumnya, BuCin Bintaro juga dilengkapi dengan suwiran ayam. Namun, pelanggan bisa menambah topping-topping kekinian lainnya seperti, telur, sliced beef, keju, chikuwa, hingga sosis.

Adapun satu mangkuk bubur keju ala BuCin Bintaro ini dihargai Rp 17 ribu, dengan harga tambahan topping mulai dari Rp 2,5 ribu hingga Rp 6,5 ribu.

Karena dikombinasikan dengan keju, Tiffany mengatakan bubur BuCin Bintaro memiliki rasa yang lebih gurih. Dirinya juga menambahkan free topping keripik bawang untuk menambah kelezatan bubur.

Tiffany menyebut dalam satu bulan, BuCin Bintaro baru menjual 30-50 bowl dengan pendapatan sekitar Rp 500 ribu. Pasalnya, hingga saat ini bisnisnya masih dilakukan secara online.

"Sebulan biasanya pendapatannya Rp 500.000 hingga Rp 750.000 dengan penjualan 30-50 mangkuk," katanya.

"Strategi bisnis kami memang dari awal sudah online, jadi belum ada store atau tempat dine-in. Semua hanya berbasis order online melalui WhatsApp, Instagram @bucin.bintaro, GoFood, dan GrabFood," lanjutnya.

Tiffany menambahkan saat ini dirinya juga tengah mengembangkan bisnis BuCin Bintaro miliknya. Selain gencar melakukan promosi online melalui media sosial, ia juga mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service. Ia pun mengaku mendapat berbagai ilmu yang dapat diterapkan pada bisnisnya.

"Awalnya ikut supaya memiliki ilmu lebih di bidang bisnis kuliner dan dapat menerapkannya di bisnis sendiri. Acaranya menyenangkan dan seru. Banyak ilmu baru yang didapatkan agar bisnis kuliner menjadi jauh lebih berkembang dan revenue juga semakin meningkat," tutupnya.

(ncm/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com