Laris Manis, Kakak-Beradik di Palembang Jual 10.000 Porsi Ramen/Bulan

Erika Dyah Fitriani - detikFood Rabu, 27 Okt 2021 20:35 WIB
Ramen Foto: dok. Jiro Ramen & Sushi
Jakarta -

Dua bersaudara asal Palembang, Valencia Arifin dan Jacky Arifin sukses mengembangkan bisnisnya yang baru berusia 2 tahun hingga memiliki 4 cabang. Bisnis kuliner bernama Jiro Ramen & Sushi ini didirikan keduanya yang mengaku memiliki passion di bidang F&B.

Latar belakang pendidikan Valencia justru tak berhubungan sama sekali dengan bidang kuliner. Ia merupakan lulusan dari Lasalle College International dengan mengambil jurusan Fashion Business. Sementara Jacky pernah mengikuti internship dengan salah satu legenda kuliner Indonesia, William Wongso serta pernah mengambil cooking course di Tokyo.

Dengan tekad, keduanya berupaya terus mengikuti perkembangan zaman dalam mengembangkan bisnisnya. Kini, Jiro Ramen & Sushi bisa ditemui di 4 cabang berbeda di seluruh Kota Palembang.

"Core dari bisnis kami adalah ingin membawa brand lokal ke kancah nasional dan menjadi generasi milenial yang dapat memberikan dampak positif pada perekonomian daerah," ungkap Valencia kepada detikcom.

Valencia mengatakan dalam sebulan bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta dengan penjualan mencapai 10.000 porsi. Ramen yang ditawarkan oleh Jiro Ramen & Sushi ini memiliki beragam varian rasa, juga terdiri dari pilihan ramen kuah dan ramen kering (dry ramen).

Tak hanya menyajikan aneka ramen dan sushi, Valencia juga menawarkan berbagai menu donburi, bento, dan berbagai side dish lain seperti gyoza, karaage, serta takoyaki ala Jepang yang tak kalah menggugah selera.

Meski terbilang sukses, Valencia tak memungkiri bahwa pandemi turut memberi dampak pada bisnisnya. Salah satunya akibat daya beli masyarakat yang ikut melemah.

"Pandemic ini sangat mempengaruhi lifestyle dan consumer buying sehingga customer sangat takut untuk bepergian keluar rumah," tambahnya.

Walau begitu, pandemi turut memberikan akselerasi pada bisnis kakak-beradik ini. Dari yang semula terbiasa mengandalkan kekuatan penjualan offline lewat dine-in, kini bisa berkembang di bisnis online.

"Karena mau tidak mau, kami dipaksa untuk dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Selama satu tahun, kami berusaha mencari titik keseimbangan di masa pandemi dan akhirnya kami berada di tier pertama dan mendapatkan peringkat ke 2 dari penjualan online di GrabFood. Kami akan terus berusaha untuk terus berinovasi, tanggap pada keinginan customer dan menjaga kualitas," ungkapnya.

Valencia mengaku akan terus berinovasi, salah satunya dengan mengikuti program pengembangan bisnis yang dihadirkan Kraft Heinz Food Service. Menurutnya, Kraft telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehingga ia pun berharap dapat berkolaborasi dengan brand ternama ini.

"Kami banyak melakukan riset dan development agar dapat memberikan cita rasa yang gurih dan dapat diterima di semua kalangan. Harapan kami adalah kami dapat banyak belajar, tumbuh, dan semakin mengenalkan brand kami pada masyarakat Indonesia," tutur Valencia.

Sebagai informasi, Valencia dan Jacky Arifin merupakan foodpreneur peserta 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Acara ini digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service demi mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.



Simak Video "Bikin Laper: Nyobain Dimsum Kuah dan Ramen Niku"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com