Jual Teh Beragam Rasa, Alumni IPB Raup Omzet Ratusan Juta/Bulan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood Rabu, 27 Okt 2021 19:37 WIB
Your Tea Foto: dok. Your Tea
Jakarta -

Sejak dulu, teh sudah menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia. Bahkan, teh kerap dijadikan sebagai minuman jamuan tamu, khusus di daerah Jawa.

Hingga kini, teh pun masih menjadi minuman yang eksis di Indonesia. Bedanya, sekarang telah muncul inovasi-inovasi baru 'teh kekinian' dengan berbagai varian rasa.

Pemilik usaha 'Your Tea', Indra Thamrin menjadi salah satu yang menghadirkan minuman teh kekinian. Booming-nya minuman teh akhirnya membuat Indra terjun ke bisnis kuliner di tahun 2008.

Awal mula bisnis kuliner, Indra menjelaskan saat itu dirinya melihat potensi pasar di kampusnya. Banyaknya mahasiswa di sana membuat ia memberanikan diri untuk mulai berbisnis Your Tea.

"Saya mulai usaha minuman teh Your Tea sejak dari mahasiswa di IPB University Bogor tahun 2008. Waktu itu saya melihat potensi market civitas akademika IPB yang sangat banyak berjumlah 25.000-an orang, mulai dari mahasiswa S1, S2, S2, dosen, dan staf pendukung kampus. Saya menargetkan 1% saja market di kampus membeli minuman teh Your Tea, berarti ada 250 cup yang terjual setiap harinya," ujarnya kepada detikcom.

Dengan banyaknya variasi dan harga terjangkau, bisnis Your Tea milik Indra pun banyak dilirik mahasiswa. Mengingat untuk satu gelas Your Tea, konsumen hanya perlu mengeluarkan kocek mulai dari Rp 7.000 saja.

Selain itu, Indra juga menghadirkan 17 varian rasa mulai dari jasmine, cappuccino, taro, strawberry, hazelnut, hingga banana. Banyaknya variasi rasa yang ditawarkan membuat Indra mampu menjual 20 ribu hingga 30 ribu cups minuman dalam sebulan.

Omzet yang dihasilkan pun tak main-main, sebulan dirinya bisa mendapatkan hingga Rp 150 juta.

"Omzet per bulan saat ini berkisar Rp 100 juta - Rp 150 juta. Untuk penjualan bisa sampai 20 ribu hingga 30 ribu cup minuman teh sebulan," katanya.

Sayangnya, adanya pandemi membuat bisnis Indra harus ikut terdampak. Sebab, kebanyakan konsumennya merupakan mahasiswa dan semenjak kampus diliburkan, omzet yang didapat pun menurun.

Untuk mengatasi hal ini, ia akhirnya mengubah beberapa strategi. Salah satunya dengan memasarkannya secara online melalui berbagai platform

"Strategi yang saya lakukan, yaitu penyesuaian gaji terhadap team kerja. Pada awal pandemi 50% masuk 50% libur, gaji disesuaikan. Namun, saat ini sudah kembali normal untuk jadwal kerja dan gaji team kerja," katanya.

"Saya juga melakukan pemasaran online bekerja sama dengan ojek online : Go Food, Grab Food, dan Shopee Food," tambahnya.

Bukan hanya itu, Indra juga terus belajar agar dapat menciptakan inovasi baru. Hal ini dilakukan dengan mengikuti program Kembangkan Bisnis Kulinermu persembahan detikcom x Kraft Heinz Food Service. Dari sini, ia mengaku mendapat banyak wawasan soal tren bisnis F&B.

"Awalnya ikut untuk menambah wawasan dan insight mengenai tren bisnis food and beverage. Dua kata (untuk acaranya) keren banget!. Selama dua minggu mendapatkan banyak insight baru mengenai fundamental bisnis food and beverage dari Ultra Indonesia, develop produk inovasi baru dari Chef Dede dan Ibu Joanna," tutupnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com