Cobain Buak Tat Daun Kelor, Inovasi Kue Khas Lampung buat Cegah Anemia

Erika Dyah - detikFood Minggu, 24 Okt 2021 15:23 WIB
Sweetat Foto: Sweetat
Jakarta -

Lampung memiliki berbagai kekayaan kuliner yang menarik untuk dicoba. Salah satunya Buak Tat, kue khas dari Lampung Barat dengan cita rasa manis legit.

Buak Tat atau biasa disebut Kue Tat merupakan kue bertekstur lembut menyerupai bolu dengan isian selai nanas. Karena isiannya ini, Buak Tat sering juga disebut sebagai versi besar dari nastar. Bentuknya pun beragam, mulai dari kotak, bulat, bahkan bisa juga dibuat menyerupai bunga, ikan, kupu-kupu, atau lainnya.

Meski tampak sederhana, kue ini punya makna cukup mendalam bagi masyarakat Lampung Barat, khususnya di Pesisir Barat dan sekitarnya. Sebab, penyajian kue ini dikenal sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Seiring waktu, Buak Tat hadir dengan berbagai inovasi bentuk maupun rupa. Salah satunya yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa di Lampung lewat Sweet Company yang mengembangkan inovasi Buak Tat dengan bahan baku pengganti dari daun kelor yang diberi nama Sweetat.

Bella Amanda, salah satu mahasiswa, mengaku ia bersama rekannya melihat keresahan akan tingginya angka anemia di remaja putri serta potensi daun kelor yang tinggi zat besi sebagai bahan baku produk yang dapat memenuhi kebutuhan zat besi.

Latar belakang inilah yang kemudian mengawali perjalanan Sweetat, inovasi Buak Tat berbahan dasar tepung daun kelor. Bella menjelaskan, penambahan tepung dari daun kelor yang tinggi zat besi ini menambah nilai manfaat dari kue yang dibuatnya. Khususnya dalam mencegah anemia.

"Dalam rangka mempromosikan serta melestarikan budaya, dibuatlah inovasi kue buat tat (kue khas Lampung) yang dibuat dengan daun kelor. Memulai usaha ini dengan mencari pendanaan sebagai sumber modal, yaitu program kreativitas mahasiswa oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi," ujar Bella kepada detikcom.

Tak cuma itu, Bella bersama Marza Yulia, Ditya Ananda, Febrina Amelia, Dzakiyyah Shoofina Jasmin, pun memberi sentuhan khas Lampung di inovasi buatannya dengan membuat motif Kain Tapis Lampung di masing-masing kue. Menurutnya, penambahan motif ini juga menambah nilai estetika budaya guna terus melestarikan dan mempromosikan budaya Lampung.

Ia mengatakan usaha yang dimulai sejak Juni 2021 ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Sebab, membuka bisnis di masa pandemi membutuhkan usaha lebih untuk menarik pelanggan.

"Strategi yang dilakukan dengan melakukan strategi online promotion dengan promosi besar-besaran di media sosial WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, dengan menampilkan konten yang informatif, edukatif, dan menarik," katanya.

SweetatSweetat Foto: Sweetat

Sweetat juga dipasarkan secara online melalui e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta menjalin kemitraan dengan GoFood agar aksesnya kepada pembeli semakin mudah. Bella menambahkan pihaknya juga kerap mengadakan kerja sama dengan koperasi mahasiswa serta memperkuat cabang pemasaran dengan metode dropship di berbagai daerah melalui metode daring.

Bella dan rekannya juga terus berupaya mengembangkan bisnis, salah satunya melalui program pengembangan usaha yang dihadirkan Kraft Heinz Food Service. Menurutnya, program ini sangat potensial sebagai media yang dapat mempromosikan produk, sekaligus kerja sama kolaborasi dengan produk Kraft Heinz.

"Harapannya dapat berkolaborasi dan menjalin mitra dengan Kraft Heinz dan dapat mendatangkan awareness baru bagi usaha Sweetat serta menambah traffic penjualan dalam merealisasikan visi usaha yaitu menjadi usaha yang terpercaya dalam memproduksi produk inovasi pangan tradisional terutama dari segi kesehatan, rasa, dan budaya untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap produk pangan tradisional," pungkasnya.

Sebagai informasi, Bella Amanda dan Sweet Company merupakan foodpreneur peserta 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Acara ini digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service demi mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com