Inovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga Tongseng

Dian Utoro Aji - detikFood Rabu, 20 Okt 2021 14:30 WIB
Inovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga Tongseng Foto: Dian Utoro Aji
Kudus -

Seorang warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengolah daging kalkun menjadi produk frozen food atau makanan beku. Olahan daging kalkun beku itupun kini laris manis diburu pembeli.

Dia adalah Sumarni warga Gang 3, Desa Undaan Tengah Kecamatan Undaan. Marni, sapaannya, saat ditemui tengah mengemas daging kalkun beku. Dia pun tampak dibantu suaminya yang juga seorang peternak kalkun di Undaan Tengah.

Marni mengatakan awal mula membuat olahan daging beku kalkun karena termotivasi untuk melakukan inovasi pada olahan kalkun. Terlebih masyarakat belum banyak tahu tentang kalkun.

"Ya kan namanya punya peternak supaya bisa laku terus di sini banyak jual ke saya. Terus saya mencoba masakan-masakan supaya bisa memperkenalkan kalkun yang dagingnya sehat untuk dikonsumsi," kata Marni ditemui di rumahnya, Selasa (19/10/2021).

Inovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga TongsengInovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga Tongseng Foto: Dian Utoro Aji

Menurutnya ada beberapa menu daging kalkun beku. Di antaranya rica-rica, kalkun goreng sambal mentah, kalkun goreng sambal terasi, kalkun tongseng, kalkun ungkep, dan sate kalkun. Daging kalkun beku pun sudah dilengkapi dengan bumbunya.

"Ini dari rempah-rempah, jahe, raos, dan jeruk, bawang merah putih," ujar dia.

Menurutnya daging kalkun beku kini banyak yang cari. Apalagi daging kalkun beku bisa bertahan tiga sampai enam bulan.

"Bisa bertahan tiga sampai enam bulan," ungkap Marni.

Inovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga TongsengInovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga Tongseng Foto: Dian Utoro Aji

Marni mengaku pemasaran dilakukan lewat online. Dia memanfaatkan media sosial. Harga satu bungkus daging kalkun beku kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu.

"Pemasaran bagus ya. Ada pak dosen yang membimbing saya. Harganya Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu," ungkap Marni.

"Sejak sekitar tiga pekan sudah laku, satu minggu 150 sampai 200 bungkus. Yang rica-rica sama sate yang paling banyak dicari," sambung dia.

Ketua Pelaksana PKUM Undip Cahya Setia Utama menambahkan dari sisi akademis daging kalkun memiliki banyak manfaat. Salah satunya mengandung protein tinggi. Menurutnya daging kalkun bisa meningkatkan stamina dan menambah gizi.

Inovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga TongsengInovatif! Warga Kudus Jual Daging Kalkun Beku Bumbu Rica hingga Tongseng Foto: Dian Utoro Aji

"Dari sisi akademis dengan mengandung mengkonsumsi protein tinggi kan untuk otomatis akan meningkatkan stamina kemudian menambah nilai gizi dari konsumen," ungkap Cahya ditemui di Undaan Tengah.

Menurutnya pihaknya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian warga. Terutama di sektor UMKM untuk menjual daging kalkun beku.

"Online FB, IG. Kita lebih memanfaatkan digital marketing lah. Reseller baru tiga, yang di luar kota semua. Semarang, Solo, Cirebon, dan ada di Subang," kata Cahya.

"Kalau dari sisi harga ini masih menengah ke atas. Karena dengan harga Rp 30 sampai Rp 35 ribu masih pilih-pilih," pungkas dia.



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com