Murah Meriah Angkringan

Wedangan Pendopo Favorit Keluarga Jokowi Ini Punya 'Jangan Ndeso' yang Murah Sedap

Bayu Ardi Isnanto - detikFood Minggu, 19 Sep 2021 17:30 WIB
Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian Jangan Ndeso Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo -

Betapa nikmatnya sajian 'jangan ndeso' yang disantap sambil duduk di atas lincak dengan iringan musik klenengan. Suasana seperti ini sudah hampir tak lagi ditemukan di perkotaan Jawa.

Tetapi pasangan Totok Supriyanto dan Ustiani berhasil mengembalikan nuansa zaman dulu (jadul) ini lewat Wedangan Pendopo yang mereka dirikan pada 2011 lalu. Konsep Jawa klasik yang mereka usung diklaim sebagai pionir di Kota Solo.

Saat masuk ke dalam wedangan, pengunjung disuguhi pernak-pernik klasik seperti sepeda ontel dan hiasan kepala kijang, radio lawas hingga iklan-iklan jadul. Lampu kuning remang-remang menambah suasana wedangan semakin syahdu.

Desain tempat duduk pengunjung pun dibuat ala rumah-rumah Jawa kuno. Sebagian dibuat bilik-bilik kecil dari kayu. Ada pula lincak atau kursi panjang, dipan kayu, hingga loteng yang terbuat dari kayu.

Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso'Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso' Foto: Bayu Ardi Isnanto

Menu yang disajikan pun masakan-masakan kampung, antara lain jangan ndeso (sayur desa) dan sayur lombok ijo. Sayur inilah yang justru dicari pengunjung yang ingin makan di Wedangan Pendopo.

"Kita masak sayuran ini sendiri. Memang jangan ndeso sama lombok ijo ini paling diminati," kata Ustiani kepada detikcom, Jumat (17/9/2021).

Tentunya ada juga makanan-makanan yang langsung bisa diambil di angkringan. Tempe, tahu, jadah, kikil, hingga ayam goreng disajikan hangat karena dibakar sebentar di atas arang.

Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso'Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso' Foto: Bayu Ardi Isnanto

Harganya cukup terjangkau untuk wedangan kelas menengah ke atas. Nasi sayur dihargai Rp 7 ribu, tempe goreng Rp 2 ribu, teh hangat Rp 4 ribu.

"Kalau minuman khasnya di sini jahe serai, harganya Rp 8 ribu," kata dia.

Berawal dari bangunan kecil

Usaha wedangan ini ternyata bermula dari sebuah bangunan kecil di Jalan Srigading I. Semakin berkembang, mereka membeli lahan tetangga hingga bisa memanjang sampai tembus ke Jalan Srigading II.

Barang-barang antik ornamen wedangan tersebut juga dikumpulkan sedikit demi sedikit. Nuansa jadul juga ditunjukkan dengan adanya angkring yang digunakan sebagai etalase makanan.

"Dulu angkringan dipikul berkeliling. Nah kita ingin angkringan itu ada di sini," ujarnya.

Langganan keluarga Jokowi

Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso'Wedangan Pendopo di Solo, Paduan Nuansa Jadul dan Sajian 'Jangan Ndeso' Foto: Bayu Ardi Isnanto

Wedangan Pendopo saat ini menjadi salah satu wedangan yang dicari wisatawan. Meski berada di dalam gang, wedangan ini banyak dikunjungi orang-orang ternama.

Dari sejumlah foto yang dipajang terlihat ada wajah Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. Kebetulan, Ustiani adalah kawan sesama alumni SMAN 3 Solo dengan Iriana. Tiga anak Jokowi pun pernah datang di Wedangan Pendopo.

Wedangan Pendopo biasanya buka pukul 18.00-24.00 WIB. Namun karena pandemi COVID-19, wedangan buka pukul 15.00-21.00 WIB.



Simak Video "Mengintip Warung Angkringan Milik Dimas Seto"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com