Gurihnya Cuan Bisnis Snack Crispy Chicken ala Taiwan

Jihaan Khoirunnisaa - detikFood Senin, 09 Agu 2021 19:13 WIB
Instagram @xiaolin_kemayoran Foto: Instagram @xiaolin_kemayoran
Jakarta -

Belakangan, camilan khas dari beberapa negara Asia menjadi tren di dunia kuliner Tanah Air. Salah satunya crispy chicken, jajanan jalanan khas Taiwan yang kini banyak ditemukan di kota-kota besar.

Melihat peluang pasar yang masih terbuka lebar Zico memutuskan untuk terjun dan membuka usaha franchise snack ayam krispi dari Taiwan 'Xiaolin'

"Peluang bisnis ini potensial ya. Karena kalau diliat merek-merek terdahulu masih ada dan masih jadi market leader. Apalagi dia belum ada saingan yang lain. Dan masih digemari masyarakat Indonesia. (Peluangnya) masih terbuka lebar," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.


Snack ini banyak digemari khususnya kalangan muda karena cocok disantap ketika sedang nongkrong bersama teman. Zico mengatakan awal mula dirinya memulai bisnis karena ingin menambah penghasilan. Selain itu juga ia mendapat tawaran tempat jualan yang dinilainya cukup strategis.

"Aku ingin punya bisnis untuk uang tambahan, menambah pengalaman. Ditambah ada yang menawarkan tempat agak bagus. Terus mencari beberapa referensi, dapatlah jualan Xiaolin ini," katanya.

Dari berjualan snack ala Taiwan crispy chicken, kini Zico bisa meraup omzet Rp 10 hingga 12 juta setiap bulannya. Setidaknya per bulan laku 500-600 bungkus dengan rasa BBQ, Seaweed, dan Balado yang menjadi favorit.


Kendati sempat mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Namun, ia menyebut kini bisnisnya sudah mulai stabil. Salah satunya turut dibantu dengan pemasaran online melalui platform e-commerce dan aplikasi pesan antar makanan.

"Dari awal pandemi untungnya saya sudah mendaftar di online shop. Aku ikut beberapa promo yang dilakukan, itu lumayan bisa menaikkan omzet. Naiknya bisa sampai 200% karena dipromosikan juga oleh penyedia jasa," tandasnya.

"Kedua kita memberikan bonus juga, ditambahin. Istilahnya bilang, ini aku tambahin ya biar makin kenyang. Jadi konsumen senang, besok kalau di sana ditambahin. Itu membantu juga untuk konsumen bisa balik lagi," lanjutnya.

Selain itu, dia juga berinovasi menciptakan menu-menu baru yang bisa dinikmati konsumen. Strategi ini dilakukan tentunya agar bisa menarik konsumen datang lagi dan lagi ke kedainya. Meski bisnis franchise yang dibukanya sejak tahun 2019 ini sudah mulai berkembang, namun Zico tidak berhenti berusaha memperbesar usaha. Ia ingin ke depan bisnis franchise 'Xiaolin' yang dikelolanya bisa berjalan sendiri secara otomatis.

Instagram @xiaolin_kemayoranInstagram @xiaolin_kemayoran Foto: Instagram @xiaolin_kemayoran

Oleh karena itu, Zico pun ikut pelatihan seperti webinar 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang digelar Kraft Heinz Food Service dan detikcom.

"Mau dapat insight baru , dunia bisnis sekarang. Apalagi bisnis franchise. Apa yang harus dikembangkan. Bagaimana bisa bikin auto pilot. Bagaimana implementasi bisnis online. Gimana cara promosinya. Atau kira-kira siapa target marketnya," terangnya.

Lewat webinar yang digelar pada 29 Juli dan 5 Agustus ini, Zico mengaku banyak belajar. Terutama tips untuk tetap berkarya dan inovatif di masa pandemi seperti sekarang ini.

"Banyak masukan yang saya dapat. Apalagi saya baru di bisnis ini. Butuh banget belajar. Ilmu dan motivasi yang didapat di webinar. Motivasi gimana di pandemi bisa terus berkarya, jualan, inovatif," tuturnya.

Di sisi lain, Managing Director Kraft Heinz Indonesia & PNG, Steven Debrabandere mengatakan gelaran webinar tersebut merupakan bentuk dukungan Kraft Heinz Food Service bagi UMKM kuliner di Tanah Air.

"Melalui webinar ini, Kraft Heinz Food Service sebagai partner pelaku bisnis kuliner, ingin menyediakan wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan khususnya untuk UMKM kuliner agar bisa maju dan berkembang di masa pandemi ini." katanya.

Steven berharap webinar ini dapat membantu pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan bisnisnya di tengah pandemi. Dengan demikian, bisnis kuliner di Indonesia dapat terus berkembang lebih baik.

"Dengan adanya webinar ini, kami berharap para pelaku bisnis kuliner dan masyarakat luas yang tertarik terjun di bisnis kuliner dapat berkembang dan bergerak maju secara bersama-sama untuk menuju Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.

Tidak hanya itu saja, Ia mengatakan Kraft Heinz Food Service juga memberikan kesempatan bagi UMKM peserta webinar terpilih untuk mempromosikan bisnis kulinernya melalui detikcom. Ada juga tambahan modal senilai Rp 30 juta rupiah bagi para UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, 10 UMKM terpilih juga akan berkesempatan mengikuti sesi pelatihan eksklusif dan kelas memasak dari Ultra Indonesia dan ACP Indonesia.

(mul/mpr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com