Salut! Meski Tengah Merugi, Pengusaha Kafe di Sleman Bantu Nakes

Jauh Hari Wawan S - detikFood Senin, 02 Agu 2021 14:15 WIB
Salut! Meski Tengah Merugi, Pengusaha Kafe di Sleman Bantu para Nakes Foto: Jauh Hari Wawan S
Sleman -

Pengusaha kafe di Kabupaten Sleman alami kerugian saat PPKM. Meski begitu, mereka tetap semangat membantu tenaga kesehatan (nakes) dan pasien isolasi mandiri (isoman).

Kondisi pandemi COVID-19 tetap ditatap dengan semangat saling bantu dan gotong royong dari sejumlah pengusaha kafe di Sleman. Salah satunya melalui kegiatan sosial yakni membagikan bantuan makanan untuk tenaga kesehatan dan pasien isolasi mandiri.

Pengusaha Kafe Bento, Khairul Umam Bento mengatakan aksi sosial ini ada di beberapa titik. Diantaranya mengunjungi shelter isolasi mandiri di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, serta petugas jaga penyekatan.

"Aksi ini dari Sabtu (31/7). Ada bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 150 box nasi dan puluhan parcel diberikan pada petugas jaga yang ada di shelter. Selain nakes dan (pasien) isoman, juga diserahkan bantuan paket sembako kepada petugas TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang bertugas menjaga penyekatan di sejumlah ruas jalan," kata Bento kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Bagi Bento, bantuan ini merupakan rasa kepedulian bersama para pengusaha di Yogyakarta dan Jawa Tengah terhadap kondisi pandemi. Menurutnya, untuk menanggulangi pandemi COVID-19, harus dibutuhkan gotong royong bersama antar komponen bersama pemerintah.

Bento mengakui selama pandemi, omzet usahanya sempat mengalami penurunan yang signifikan. Namun hal itu bukan halangan baginya dan pengusaha yang lain untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi.

"Dalam posisi saat ini kita harus bersinergi bersama, saling membantu antar sesama rakyat dan membantu pemerintah meredam pandemi ini. Salah satu cara yang bisa kita lakukan salah satunya dengan memberikan bantuan seperti ini untuk nakes dan pasien isoman," terang Bento.

Wakil Ketua Komisi D Raudi Akmal yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut menyampaikan kegiatan ini terjalin berkat kesamaan cara berpikir dalam menghadapi pandemi. "Bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan juga membutuhkan bantuan dari kalangan masyarakat terutama pengusaha," kata Raudi.

Raudi juga mengajak pengusaha lain yang ada di Kabupaten Sleman untuk turut turun tangan membantu tenaga kesehatan, relawan dan pasien yang berjuang melawan pandemi. Dengan rasa kepedulian yang sama, kondisi pandemi yang semula berat akan terasa ringan bila semua bisa saling terlibat.

"Saat ini semua kita semua harus bahu membahu. Bersama pemerintah saling mengisi dan mendukung baik mentaati protokol kesehatan, vaksinasi termasuk membantu saling membantu sesama kita yang menjadi nakes, relawan dan pasien isoman," tegas Raudi.

Petugas jaga shelter Asrama Haji Muhammad Ali Musta'in, terharu dengan adanya aksi ini. Menurutnya, kondisi para pengusaha saat ini tengah sempoyongan untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Namun, ia melihat masih ada kepedulian untuk berbagi kepada sesama.

"Banyak pengusaha yang susah ampai ada yang usaha yang gulung tikar, tetapi tetap ada kepedulian untuk bisa memberi kontribusi pada sesama. Kita bangga pada pengusaha Indonesia dan semoga selalu sukses meskipun terdampak pandemi," pungkas Ali.



Simak Video "Bikin Laper: Terkenalnya Bakso Theresia yang Autentik"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com