Berawal Hobi Jajan, Pria Ini Sukses Bangun Bisnis Kuliner

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFood Jumat, 30 Jul 2021 23:11 WIB
Kylafood Foto: Shopee
Jakarta -

Tak hanya asyik dijalani, hobi ternyata juga bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan. Seperti hobi yang dimiliki pemilik Kylafood, Galih Rusian. Berawal dari hobi jajan kuliner pinggir jalan bersama istri, kini Galih menjadi pengusaha kuliner dengan brand Kylafood yang mengenalkan jajanan khas Jawa Barat yang dikemas secara instan.

Mengawali bisnis di 2017, Galih mulai berjualan seblak dan batagor instan di dalam garasi rumahnya bersama 5 karyawan. Namun, seiring berkembangnya tren jajanan tradisional instan, Kylafood mulai merambah memproduksi kuliner lainnya seperti, cireng bumbu rujak, batagor, mie kocok, cimol, mie tektek, baso aci dan lainnya.

"Sebuah perjalanan panjang hingga kami bisa sampai di titik ini. Sejak hadir di tengah masyarakat, Kylafood berupaya berkontribusi untuk memperkenalkan jajanan khas Jawa Barat dengan cara baru yaitu dikemas secara instan agar dapat diakses oleh siapapun dari mana saja. Hal ini berangkat dari keyakinan kami bahwa makanan ataupun jajanan tradisional merupakan bagian dari budaya yang penting untuk dilestarikan," ujar Galih dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Kesuksesan bisnis Kylafood yang masih menjadi market leader jajanan tradisional instant tak lepas dari usaha Galih menjaga kualitas rasa produknya. Menurut Galih, salah satu faktor untuk mendapatkan kualitas terbaik bergantung dengan SDM. Untuk itu, ia memulai pelatihan hingga implementasi SOP untuk karyawannya antara lain mengenai kualitas produk, proses produksi, hingga kebersihan produk.

Di samping itu, Galih juga menggunakan 100% bahan baku lokal dari para petani di Subang, Jawa Barat. Adapun hal ini dilakukan sebagai kontribusi bisnisnya dalam memberdayakan petani dan produk lokal. Bahkan menurut Galih, penggunaan bahan baku lokal menambah citarasa dari produknya. Kylafood juga selalu memastikan bahan baku diolah dan diproses dengan mengutamakan kebersihan dan sanitasi.

"Selain itu, kami juga menggunakan 100% bahan baku lokal guna menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Semua ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi bagian dari pengembangan dan kemajuan perekonomian Indonesia. Pelaku usaha memiliki peran penting khususnya untuk terus berusaha meningkatkan potensi produk lokal dan meyakinkan masyarakat bahwa produk lokal memiliki kualitas yang dapat bersaing secara global," paparnya.

Tak hanya kualitas, Kylafood juga terus meningkatkan strategi pemasaran. Jika dulunya hanya melalui media sosial, kini Kyla memperluas bisnisnya di e-commerce. Salah satunya dengan bergabung di Shopee pada tahun 2017.

Sejak bergabung di Shopee, Galih mengaku bisnisnya berkembang signifikan hingga mengalami peningkatan order 10 kali lipat. Kylafood juga berhasil memenangkan kompetisi bisnis dan menjadi juara 1 di acara Wirausaha Muda di Kemenpora 2019 dan mendapatkan dana usaha dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun 2020.

Keberhasilannya pun terbukti saat Kylafood menjadi Top 10 best selling di hari puncak Ramadhan Sale 2021 untuk kategori FMCG (Fast-moving consumer goods). Hingga kini, Kylafood telah berkembang dan memiliki lebih dari 30 karyawan. Galih juga telah dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar yang mayoritas lulusan SD hingga SMA.

"Kami senang sekali dapat bekerjasama dengan Shopee, platform yang terus mendukung kemajuan dan perkembangan produk-produk lokal. Hadirnya Kylafood di platform Shopee tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi pembeli untuk membeli produk kami, tetapi menjadi salah satu strategi bagi Kylafood untuk beradaptasi di era digital dan semakin memperluas jangkauan produk kami," katanya.

"Kami sangat merasa terbantu dengan program yang Shopee berikan seperti kampanye-kampanye besar, fitur flash sale, voucher toko, dan masih banyak lainnya yang telah membantu memberi eksposur ke toko kami hingga akhirnya berpengaruh ke peningkatan penjualan dan perkembangan bisnis Kylafood yang signifikan," kata Galih.

Menurutnya rangkaian kampanye seperti Shopee 8.8 Supermarket Sale memberikan kesempatan bagi setiap pelaku usaha, khususnya penjual lokal untuk meningkatkan eksposur serta memanfaatkan fitur-fitur guna menjaga keberlangsungan perkembangan bisnis khususnya di tengah pandemi.

"Terbukti di mana kami sangat senang sekali akan kampanye besar Shopee yang menjadi daya tarik untuk para konsumen dan bahkan mampu meningkatkan penjualan Kylafood hingga 10 kali lipat pada hari puncak kampanye Shopee Big Ramadhan Sale dibanding hari biasa," tambahnya.

Meski telah menjual ratusan produk, Galih mengatakan akan tetap berinovasi ke depannya. Salah satunya dengan memanfaatkan #ShopeePilihLokal untuk memperluas bisnis. Di bulan Agustus, Galih menyebut Kylafood juga akan memberikan penawaran dalam program Shopee 8.8 Supermarket Sale dan Shopee Dari Rumah bagi konsumen.

Penawaran tersebut meliputi, Diskon s/d 70%, Flash Sale Rp 1, Diskon Kemerdekaan 8%-45%, dan Flash Sale Rp 88. Lewat program ini, Galih ingin produk Kylafood dapat tetap dirasakan oleh konsumen tanpa harus ke luar rumah. Ke depan, dirinya juga berencana mengikuti Program Ekspor Shopee sehingga masyarakat luar negeri bisa mencoba kuliner tradisional Indonesia dengan mudah.

"Dengan perkembangan zaman dan perubahan tren di tengah masyarakat saat ini, semakin banyak bermunculan pelaku usaha lokal yang tidak perlu diragukan lagi kualitas produknya. Namun kita sebagai pelaku usaha lokal tidak boleh lengah dan cepat puas karena peluang dan potensi untuk kita berkembang itu selalu ada," ungkap Galih.

"Salah satunya berdasarkan pengalaman saya sendiri adalah dengan bergabung di Shopee dan memanfaatkan program dan inovasi yang Shopee miliki. Shopee telah memberikan kemudahan dalam berbagai aspek serta menghadirkan inovasi dan kampanye yang sangat memanjakan konsumen, sehingga dapat menjadi senjata utama kami para pelaku usaha lokal untuk mengejar target dengan mengoptimalkan kemudahan yang diberikan oleh Shopee. Jadi, tetap semangat dan konsisten mengembangkan bisnis yang dimiliki dan mulai beradaptasi dengan perilaku baru dari konsumen kita yang sudah berubah ke transaksi online," pungkasnya.

(ncm/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com