Di Warung KKB Bisa Makan Ikan Wader Hasil Pancingan di Tepi Sungai Brantas

Andhika Dwi - detikFood Kamis, 10 Jun 2021 17:06 WIB
Warung Makan di Tepi Sungai Brantas Foto: detikFood/Andhika Dwi
Jakarta -

Sungai Brantas Kediri seolah tak pernah kehilangan kharismanya. Di daerah Pulosari Gondak, Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto, terdapat warung makan Kuliner Kali Brantas (KKB).

Warung makan ini berada di tepi bantaran sungai Brantas dan ramai dikunjungi, khususnya oleh pencinta kuliner ikan kali. Menu makanan di Kuliner Kali Brantas relatif murah karena dibanderol antara Rp 10.000 - Rp 15.000 ribu saja.

Ada berbagai macam menu masakan ikan kali yang bisa dipesan antara lain udang kali dan ikan wader. Menu ikan tawar belut, lele, serta nila turut tersedia. Selain itu, ada juga menu masakan khas Tulunganggung dan Trenggalek seperti lodo ayam kampung serta ikan tuna asap.

Uniknya pengunjung juga bisa memilih ikan kali yang masih hidup langsung dari dalam akuarium atau dari sungai Brantas dengan cara memancing.

Warung Makan di Tepi Sungai BrantasWarung Makan di Tepi Sungai Brantas Foto: detikFood/Andhika Dwi

Untuk minuman yang dijual di sini tersedia sedikitnya 10 varian dengan nama yang unik dan menarik. Antara lain es alpukat banjir bandang (es buah alpukat), es suket (susu ketan), dan es cupang warocai (es taro), dan aneka varian kopi.

Selain warung makan, bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi lain menikmati Kuliner Kali Brantas, pengelola juga memberikan berbagai macam spot atau lokasi yang Instagramable. Salah satunya makan di ketinggian di rumah pohon.

Warung Kuliner Kali Brantas sengaja dikonsep menyatu dengan alam oleh pemiliknya. Selain mengandalkan pemandangan sungai Brantas, pengunjung yang datang akan merasa nyaman karena tempatnya luas dan sejuk dikelilingi pepohonan tinggi menjulang.

Warung Makan di Tepi Sungai BrantasWarung Makan di Tepi Sungai Brantas Foto: detikFood/Andhika Dwi

Imam Dahroni, selaku pemilik usaha warung Kuliner Kali Brantas mengaku selama dua bulan operasional berjalan, jumlah pengunjung yang datang cukup banyak. Per hari bisa mencapai sekitar 100 orang, padahal dulu lokasi KKB ini merupakan tempat orang membuang sampah sembarangan.

"Dulu lokasi ini tempat membuang sampah banyak sampah berserakan di lokasi. Dengan adanya (KKB) ini, Alhamdulillah yang terbiasa buang sampah sembarangan, enggan untuk membuang. Bahkan saat ini 14 pegawai KKB dari warga sekitar sini," ucap Imam Dahroni pada detikcom Rabu (9/6/2021).

Apalagi di daerah Kota Kediri masih jarang, bahkan bahkan belum ada lokasi kafe dengan konsep alam sungai, serta makanan dan minuman seperti ini.

Warung Makan di Tepi Sungai BrantasWarung Makan di Tepi Sungai Brantas Foto: detikFood/Andhika Dwi

Imam juga menuturkan, selain KKB nantinya di lokasi yang sama sesuai rencana akan dibangun gerai UMKM untuk menampung produk dan karya dari warga sekitar kelurahan Banjarmlati. Tak cukup disitu, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau berkarya dan memasarkan di tempat yang sama. Di samping fasilitas bermain, di tempat ini juga menyediakan sarana edukasi bagi para pengunjung yang ingin belajar sistem tanam hidroponik.

"Saat ini kami sudah ada rencana untuk bekerjasama dengan komunitas hidroponik. Rencananya dalam watu dekat mau menanam di lintasan pagar. Sekaligus mengenalkan bahwa berkebun hidroponik dengan sistem milenial. Kedepannya akan dibangun gerai UMKM untuk menampung produk dan karya dari warga sekitar kelurahan Banjarmlati. Tak cukup disitu, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau berkarya dan memasarkan di tempat yang sama," pungkas Imam

Seperti yang diutarakan oleh pasangan suami istri Habib dan Novi, warga Nganjuk. Ia telah beberapa kali mengunjungi KKB, selain menu makanan dan minuman yang terjangkau, suasana alam serta rumah pohon menjadi salah satu hal yang menarik di masa pandemi ini.

Warung Makan di Tepi Sungai BrantasWarung Makan di Tepi Sungai Brantas Foto: detikFood/Andhika Dwi

"Murah harga menu makan dan minumnya, apalagi lokasinya di alam, dengan suasana pingir kali brantas. Ada spot foto rumah pohon dan tempat bermain yang menarik. Apalagi di masa pandemi seperti ini segalanya sesuai dengan protokol kesehatan COVID 19," jelas Habib.

Dalam pembangunan wisata kuliner KKB ini, pengelola mengaku turut mendapat dukungan dari lingkungan setempat. Pasalnya, dahulu sebelum digunakan untuk membangun KKB lokasi yang dipakai tersebut merupakan tempat pembuangan sampah liar yang mencemari lingkungan.



Simak Video "Gurih Empuk Sate Cumi-cumi di Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com