Sejarah Lontong Sayur Medan, Sajian Populer Saat Lebaran

Datuk Haris Molan - detikFood Kamis, 13 Mei 2021 11:31 WIB
Sejarah Lontong Sayur Medan yang Enak untuk Lebaran Foto: detikFood/Datuk Haris Molan
Jakarta -

Lontong sayur Medan merupakan menu yang dinikmati warga Medan saat Idul Fitri. Ternyata racikan lontong yang unik ini punya sejarah yang menarik.

Lontong sayur bakal mudah dijumpai jika kamu bertamu dari satu rumah ke rumah lain di Medan saat Lebaran. Setiap tuan rumah bakal berlomba-lomba menyajikan lontong sayur terbaik.

Biasanya, lontong di Medan bakal disajikan dengan sayur gulai jipang dan kacang panjang ataupun nangka muda (gori). Tauco dengan isi tahu, irisan cabai hijau dan udang bakal menemaninya. Ada pula yang melengkapinya dengan mie, sambal teri kacang (sartika) hingga rendang jengkol.

Sejarawan Kota Medan, M Azis Rizky Lubis, menjelaskan sebenarnya lontong sayur bukan cuma ada di Medan. Dia menyebut hampir semua daerah punya lontong sayur dengan ciri khas masing-masing.

"Saya kira, lontong sayur tidak hanya populer di Kota Medan sebagai makanan khas untuk sarapan atau panganan wajib saat Lebaran," kata Azis.

"Lontong merupakan makanan populer di Indonesia. Hanya saja, di tiap daerah, penyajiannya berbeda. Baik bentuk lontong, maupun isi dari pelengkap lontong tersebut.

Di Kota Medan, lontong disajikan menggunakan kuah sayur gulai yang berisi jipang dan wortel. Ada juga yang menggunakan kuah sayur gulai gori (nangka muda)," sambung Azis.

Sejarah Lontong Sayur Medan yang Enak untuk LebaranSejarah Lontong Sayur Medan yang Enak untuk Lebaran Foto: detikFood/Datuk Haris Molan

Azis kemudian bicara awal mula lontong kemunculan lontong. Ada yang menyebut lontong sayur datang dari Minang dan ada yang menyebut berasaldari Jawa.

"Banyak versi mengenai sejarah munculnya panganan ini, ada yang menyebutkan berasal dari Minang, ada juga yang menyebutkan dari Jawa ketika penyebaran agama Islam. Sunan Kalijaga disebut-sebut sebagai pionir dalam pengenalan panganan ini ketika penyebaran agama Islam berlangsung," ucap Azis.

"Kalau menentukan masuknya mungkin sulit. Karena ada kemungkinan masuk melalui hubungan perdagangan. Atau bisa saja melalui masuknya para pekerja yang berasal dari Jawa, yang masuk ke Deli di pertengahan abad 19.Azis menduga lontong sayur mulai masuk ke Medan saat pekerja dari Jawa dibawa Belanda ke Tanah Deli. Menurutnya, menyajikan lontong sayur saat Lebaran telah menjadi tradisi sejak dulu.

Kalau itu, saya kira ada. Apalagi ini makanan yang wajib disajikan saat lebaran," sebut Azis.

Azis mengatakan saat ini lontong sayur, terutama di Medan, bisa dijumpai kapan saja di luar waktu Lebaran. Makanan yang satu ini merupakan menu sarapan favorit orang Medan.

"Yang jelas seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran terhadap hari penyajian makanan ini. Porsinya yang pas, dan dianggap ringan, lontong kemudian dianggap sebagai makanan yang pas untuk disantap di pagi hari-hari biasa (sarapan). Namun, memakan lontong ketika di hari Lebaran tentu berbeda. Berbeda momennya," ujar Azis.

Azis mengatakan lontong yang disajikan setiap keluarga di Medan pasti berbeda satu sama lain. Yang pasti, katanya, memakan lontong kerap dilakukan bersama-sama dengan keluarga setelah bermaaf-maafan usai salat Idul Fitri.

"Yang jelas, perbedaannya terletak pada momen saat menyantapnya. Ketika selesai sholat Ied dan kembali ke rumah. Setelah itu bermaafan dan seluruh keluarga menyantap lontong ini," ujar Azis.

Jadi, sudah berapa piring lontong sayur yang anda santap hari ini? Selamat Lebaran!



Simak Video "Jambi Catat Angka Pemudik Meningkat Jelang Larangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com