Serabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil Favorit

Pradito Rida Pertana - detikFood Minggu, 02 Mei 2021 14:30 WIB
Serabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil Favorit Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Bantul -

Serabi kocor dari Bantul ini dimasak dengan tungku sehingga aromanya harum. Tak heran serabi kocor ini sangat digandrungi warga sebagai menu takjil

Serabi kocor merupakan jajanan yang identik dengan bulan ramadhan. Di Bantul salah seorang penjual serabi kocor adalah Ngadinem (53). Ia sudah berjualan serabi kocor sekitar 20 tahun lebih. Warga Pedukuhan Nyemengan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul ini mengaku mempelajari cara membuat serabi tersebut secara otodidak.

"Kalau saya sudah berjualan selama 22 tahun, dari dulu ya serabi ini dan tempatnya di sini terus," katanya saat ditemui detikcom di tempat jualannya di Jalan Bantul KM.6 Pedukuhan Nyemengan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (1/5/2021) sore.

Serabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil FavoritSerabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil Favorit Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Ngadinem mengaku mempelajari cara membuat serabi kocor secara otodidak. Pasalnya, dia dulu banyak melihat penjual serabi kocor di beberapa tempat.

"Untuk resepnya ini saya belajar sendiri. Karena kan serabi kocor di mana-mana banyak, seperti di Ambarawa juga ada dan ini serabi kocor ala Bantul," ucapnya.

Menyoal nama serabi kocor sendiri, dia mengaku sudah dikenal turun temurun. Sepengetahuannya, kocor merupakan kocoran yang berarti kuah. Mengingat serabi kocor dihidangkan dengan kuah manis berwarna cokelat.

"Dinamai serabi kocor karena pakai kuah, kocoran ini, untuk ini (kuah serabi) dari santen dan gula Jawa," ujarnya.

Serabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil FavoritSerabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil Favorit Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Selain itu, dia menilai jika rasa dari serabi kocor berbeda dengan serabi yang saat ini pembuatannya sudah secara modern. Pasalnya pembuatan serabi kocor masih secara tradisional, sehingga memiliki ciri khas rasa yang berbeda.

Adonan serabi yang dibuat dari tepung beras. Selanjutnya ditungakan ke dalam wajan dari bahan tembikar atau tanah liat yang dipanaskan di atas tungku dengan api arang.

Selang beberapa menit, diangkat satu persatu serabi dan ditata di atas niru atau tampah. Serabi hangat biasanya disajikan satu tangkup berisi 2 buah serabi. Disiram kuah santan gula merah yang gurih legit wangi.

"Kalau serabi yang lainnya kan (masaknya) modern dan ini tradisional. Ini kan masaknya pakai tungku dan pembakaran apinya pakai kayu bakar, jadi rasa sangit-sangitnya ada, itu cirinya mas," ucapnya.

Serabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil FavoritSerabi Kocor Bantul yang Empuk Wangi Jadi Takjil Favorit Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Serabinya berwarna kecokelatan, sedikit garing dan gosong tetapi aromanya wangi. Empuk berpori halus, saat direndam kuah santan gula merah menjadi sedikit lembek. Tetapi rasanya justru makin enak. Gurih sekaligus legit.

Selama bulan ramadhan ini banyak masyarakat yang mengantre untuk membeli serabi kocor ini. Karena rasa serabinya gurih manis cocok untuk berbuka puasa, apalagi disajikan hangat dan harganya sangat terjangkau.

"Memang saat puasa seperti ini banyak yang beli untuk berbuka puasa, karena rasanya manis kan. Apalagi ini satu tangkep (2 buah) harganya hanya Rp 2.500, itu sudah sama kuahnya," katanya.

Bahkan, selama bulan ramadhan ini Ngadinem mengaku dalam sehari mampu menghabiskan 4 kilogram adonan serabi. Menurutnya, 4 kilogram adonan bisa habis sebelum jam setengah 9 malam. Selain menjual serabi, Ngadinem juga menjual bajigur.

"Sehari itu saya bisa habis sepanci, sepanci itu 4 kilogram adonan. Kalau bukannya sendiri dari jam 3 (sore) sampai setengah 9 (malam). Tapi kebanyakannya sebelum setengah sembilan sudah habis," ucapnya.



Simak Video "Bikin Laper: Nikmati Serabi Notosuman di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com