Resep Warisan Jadi Rahasia Racikan Es Jaipong Kotabaru

Ajie Prasetya - detikFood Jumat, 30 Apr 2021 17:00 WIB
Cukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar Manis Foto: Ajie Prasetya/detikcom
Yogyakarta -

Es jaipong merupakan salah satu minuman yang menjadi favorit warga Jogjakarta. Tak lengkap berbuka puasa tanpa es jaipong yang segar.

Konon, es jaipong merupakan minuman yang berasal dari Jawa Barat. Hal ini merujuk pada nama Jaipong yang merupakan salah satu jenis tarian yang ada di tanah pasundan. Di Jogjakarta pun para penjual banyak yang berasal dari Jawa Barat.

Salah satunya yang terkenal adalah Es Jaipong Kotabaru. Es Jaipong ini merupakan salah merupakan salah satu yang paling kondang di Jogjakarta. Es campur ini dijajakan dengan gerobak yang mangkal di Jl. I Dewa Nyoman Oka atau berada di sekitaran Gereja Kotabaru.

Meskipun baru 4 tahun berjualan, Ngadiro menuturkan awal memulai usahanya yang terbilang sukses ini.

Cukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar ManisCukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar Manis Foto: Ajie Prasetya/detikcom

"Saya jualan di sini sudah 4 tahun ini. Dulu ini bapak mertua yang jualan di sini,'' ujar Ngadino pada detikcom (4/4).

Es Jaipong ini memang merupakan racikan asli dari bapak mertua Ngadino yang merupakan warga asli Kuningan, Jawa Barat. Sedangkan dia sendiri merupakan warga asli Cilacap, Jawa Tengah.

Menurutnya ketika dulu bapak mertua memulai berjualan tahun 1995 di Kotabaru. Perjalanan panjang bapaknya tersebut di Kotabaru berhenti pada sekitar tahun 2017.

Cukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar ManisCukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar Manis Foto: Ajie Prasetya/detikcom

''Bapak sekarang sudah jualan keliling di sekitar Stasiun Tugu. Jadi saya yang megang jualan di sini. Resep semua dari bapak,'' ujar pria berusia 37 tahun ini.

Es jaipong yang dijual Ngadino memang hampir selalu ramai disambangi pembeli terutama di bulan puasa. Karena tampilannya cukup menarik dan isinya juga berwarna-warni. Sekilas sajiannya juga seperti bubur dengan kuah kecokelatan mirip kolak. Tepatnya perpaduan bubur dan es campur.

Perpaduan antara bahan-bahan yang bersifat tradisional dan es tentunya sangat menyegarkan. Alasan ini yang menjadikan kebanyakan masyarakat tertarik membeli es Jaipong di sini.

Cukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar ManisCukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar Manis Foto: Ajie Prasetya/detikcom

''Di sini lumayan sih. Biasanya yang beli mahasiswa, pekerja, dan masyarakat sekitar sini juga lumayan banyak yang beli,'' ungkap Ngadiro.

Racikan es jaipong lumayan komplet. Ada cincau, bubur mutiara, hunkwe atau jenang hijau, santan, sirop gula aren dan gula jawa. Komposisi antara satu dengan lainnya ini yang menguatkan rasa sehingga resep bapak mertua ini memang sangat menarik minat pelanggan.

Cukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar ManisCukup Rp 5 Ribu Bisa Berbuka dengan Es Jaipong yang Segar Manis Foto: Ajie Prasetya/detikcom

Untuk semua bahan ini, dia mengaku memproduksi sendiri. Kecuali tape singkong, santan, dan cincau yang membeli dari orang lain. Dia mengaku selama ini penjualannya lumayan.

''Mungkin karena banyak mahasiswa jadi di sini ramai. Biasanya sih per hari bisa 150 bungkus kalau nggak pandemi, semenjak pandemi kurang lebih 100 bungkus es jaipong (terjual),'' tutupnya.

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com