Dipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food Topokki

Siti Fatimah - detikFood Minggu, 04 Apr 2021 09:30 WIB
Dipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food Topokki Foto: detikcom/Siti Fatimah
Bandung -

Kena PHK bukan sesuatu yang menyenangkan. Tetapi justru bisa juga jadi peluang sukses. Hal ini dibuktikan oleh Irma yang sukses jual jajanan Korea.

Irma Utari (37) menceritakan pengalamannya bekerja di salah satu perusahaan besar asal Korea dengan produk mie yang terkenal. "Dulu pernah bekerja di perusahaan korea tahun 2018," ujar Irma kepada detikcom, Sabtu (3/4/2021).

"Nah dari situ distributor Korea pengen saya ngeriset makanan apa yang bakal booming di Indonesia. Sudah saya analisa dari situ konsep yang saya ajukan ternyata bertentangan dengan konsep orang Korea tadi, karena mereka ingin tetap ngeluarin bahan dari korea bukan dari sini," sambungnya.

Dipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food TopokkiDipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food Topokki Foto: detikcom/Siti Fatimah

Karena tak sesuai dengan keinginan perusahaan, Irma pun diberhentikan dari pekerjaannya dan memutuskan untuk membuka brand jajanan korea sendiri. "Akhirnya saya dikeluarkan mungkin tidak sesuai dengan keinginan perusahaan dan coba bikin brand sendiri," ujarnya.

Perjalanan usahanya membuka brand street food korea yang bernama Yeobo Topokki dilalui penuh luka liku dari mulai membuat gochujang sendiri yang halal dan sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia hingga membuka cabang di berbagai tempat.

Penamaan Yoebo Topokki pun diambil bukan tanpa alasan. Dia mengatakan, Yoebo di Korea diartikan sebagai sebutan kasih sayang kepada suami atau istri. "Kita ingin bercita-cita menebarkan kasih sayang melalui makanan," imbuhnya.

Dipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food TopokkiDipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food Topokki Foto: detikcom/Siti Fatimah

"Saya pengen bikin jajanan korea setara dengan makanan 'abang cilok' di pinggir jalan. Akhirnya saya bikin semua bahan formulanya dari bahan lokal dari bumbu dan bahan, jadi bisa dapat cita rasa lokal. Disitu keluar lah ini pertama bikin di Depok," katanya.

Karena pengalaman bekerjanya di perusahaan Korea, dia pun sedikit banyaknya mengetahui cita rasa otentik jajanan Korea ini. "Rasanya disesuaikan dengan rasa kita. Kalo Korea itu lebih ke asem, makanya kita dibikin rasanya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Autentik koreanya tetap. Sampai saya cobain rasanya dari berbagai rasa," tuturnya.

Autentik yang ia maksud berasal dari bumbu gochujang yang digunakan seperti warna merah merona dengan rasa asam dan pedas. Rasa topokki yang ia ciptakan pun lebih gurih ketimbang jajanan korea lainnya. Apalagi, dengan harga yang terjangkau dalam satu cup seharga Rp 15 ribu sudah dapat topokki, mie, odeng, dan telur rebus.

Dipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food TopokkiDipecat dari Perusahaan Korea, Wanita Ini Sukses Buka 46 Street Food Topokki Foto: detikcom/Siti Fatimah

Tak hanya topokki, dalam satu outlet itu terdapat menu lain seperti ra-pokki, jjangmyoen, chicken buldak, odeng soup dan ekstra toping lain diantaranya kimchi, dumpling, keju moza dan telur puyuh.

Dalam kurun waktu dua tahun, Irma sukses membuka 46 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia terutama Pulau Jawa.

"Enggak nyangka akan berkembang, saya cuman bikin gerobak alumunium ternyata bikin satu di awal itu sampai antrean panjang karena rasa dan harga kita mampu bersaing. Sekarang udah 46 outlet tersebar di seluruh Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Berkunjung ke Restoran yang Didirikan Para Korban PHK di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com