Berita Terpopuler

Biaya 'Service' Rp 50 Ribu di Rumah Makan hingga Kenikmatan Kue Lumpur Wolak-walik

Tim detikfood - detikFood Kamis, 18 Mar 2021 09:30 WIB
Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan Foto: TikTok @doharto8707
Jakarta -

Di media sosial viral kisah pengunjung rumah makan dikenakan biaya service Rp 50 ribu. Lalu ada juga cara mudah mendapatkan berat badan ideal dan kenikmatan kue lumpur wolak-walik.

Persoalan tagihan makan di warung, rumah makan, ataupun restoran kerap menarik perhatian. Seperti halnya yang baru terjadi di Medan ini. Seorang pengunjung rumah makan di kawasan Percut Sei Tuan menuliskan keberatannya.

Ia mempertanyakan biaya service Rp 50 ribu yang dibebankan padanya. Kemudian pihak rumah makan juga angkat bicara mengenai peruntukkan biaya service tersebut. Kisah ini membuat netizen ramai berkomentar.

Demi mendapat berat badan ideal, ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Tak sekadar membatasi asupan makanan, tapi bisa juga dengan menerapkan trik mudah ini.

Kuncinya satu, lakukan secara konsisten. Trik ini juga tergolong mudah diaplikasikan sehingga cocok untuk para pelaku diet pemula.

Kenikmatan kue tradisional tak ada habisnya untuk dibicarakan. Di Malang ada kue lumpur yang selalu jadi incaran. Namanya kue lumpur wolak-walik karena merujuk pada proses pembuatannya.

Penjual kue lumpur ini selalu laris diantre meski hanya berjualan di sebuah kios sederhana di Pasar Oro-oro Dowo Malang. Seperti apa tampilan dan rasanya?

Berikut deretan berita terpopuler detikfood yang paling menarik perhatian pembaca kemarin (17/3):

1. Biaya service Rp 50 ribu di rumah makan

Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung MakanHeboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan Foto: TikTok @doharto8707

Netizen TikTok, Doharto Simbolon menceritakan kronologis saat dirinya dibebankan biaya service Rp 50 ribu di sebuah rumah makan. Ia memperlihatkan tulisan menu 'nasi' di bon dicoret menjadi 'service'.

Tak terima hal ini, Doharto mempertanyakannya. Ia mengatakan awalnya pemilik rumah makan bilang Rp 50 ribu itu untuk service karena ia tak memesan nasi, kemudian berubah alasan menjadi upah karyawan. Terakhir, pihak rumah makan menyebut untuk biaya pondok atau tempat.

Pihak rumah makanpun angkat bicara. Menurutnya biaya service Rp 50 ribu itu untuk pondok lesehan yang ditempati Doharto. Seperti ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com