Kriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin Nagih

Chuk Shatu W. - detikFood Senin, 01 Mar 2021 16:00 WIB
Kriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin Nagih Foto: Chuk Shatu W./detikcom
Bondowoso -

Tape singkong Bondowoso dikenal lembut dan legit. Olahan tape menjadi keripik yang renyah legit juga tak kalah menggoyang lidah.

Tape singkong yang di Jawa Barat disebut peuyem ini populer dimakan begitu saja. Atau dibuat campuran es, isian pie atau cake yang legit enak.

Namun, di tangan seorang warga Bondowoso tape singkong ini diolah sedemikian rupa hingga menjadi menjadi camilan yang lebih enak. Rasanya legit, kriuk renyah dan dikemas dengan rapih modern.

Tape singkong selama ini dikenal sebagai makanan atau oleh-oleh khas Bondowoso. Karenanya Bondowoso mendapat julukan sebagai Kota Tape. Lazimnya, tape hanya disajikan biasa dan langsung dimakan sebagai kudapan. Penganan berbahan dasar singkong ini berasa manis, sedikit asam. Harganya pun relatif murah.

Kriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin NagihKriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin Nagih Foto: Chuk Shatu W./detikcom

Tape singkong ini juga biasa digoreng atau sebagai campuran bahan dasar kue. Maka jadilah kue prol, bolu, cake, serta beberapa varian kue lainnya dengan cita rasa tape. Atau, jika dibuat minuman, sebagai sebagai jus tape.

Seorang warga Curahdami, Bondowoso, Nurul Hidayati, mencoba membuat terobosan. Tape singkong dikeringkan dengan teknis tertentu. Jadilah tape krispi yang kriuk dan renyah. Tapi tetap mempertahankan cita rasa dasar tape.

Proses pembuatan tape krispi tersebut, tape yang sudah matang dikeringkan dengan suhu tertentu menggunakan vacuum frying selama beberapa jam. Lalu diberi variasi rasa sesuai selera. Tanpa bahan pengawet. Terakhir dikemas, dan siap santap.

Kriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin NagihKriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin Nagih Foto: Chuk Shatu W./detikcom


Untuk variasi rasa dan topping ada rasa original, keju, cokelat, pedas, dan beberapa rasa lainnya. Khusus untuk rasa keju, keju yang dipakai adalah impor.

"Kejunya saya terpaksa harus impor dari Malaysia. Karena keju yang dari sana itu lebih pas untuk tape krispi ini," kata pemililk home industry tape krispi, Nurul Hidayati, saat berbincang dengan detik.com, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Nurul, di masa pandemi ini permintaan pasar tape krispi buatannya naik hingga 100 persen. Saat ini, permintaannya per bulan mencapai 5.000 kemasan berukuran 100 gram.

"Mungkin karena situasi pandemi ini, orang jadi males keluar rumah. Akibatnya, jadi banyak ngemil. Sehingga permintaan makin melonjak," tutur Nurul, sembari tertawa.

Kriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin NagihKriuk Renyah Tape Bondowoso yang Legitnya Bikin Nagih Foto: Chuk Shatu W./detikcom

Permintaan tape krispi produksi Nurul Hidayati dengan merk dagang GeHaelFood ini ternyata tak hanya di Bondowoso maupun kota-kota lain di Jawa Timur dan Indonesia. Tapi sudah ke manca negara. Seperti Singapura, China, Korea, Amerika, hingga beberapa negara di Eropa.

Sebuah maskapai penerbangan nasional juga memberi kesempatan pada UMKM asal Kota Tape ini untuk dapat memajang dan memasarkan produknya di pesawat terbang maupun lounge-nya. Berupa sales on board (SOB), bersama sejumlah produk-produk lainnya.

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com