Kuliner China di Bekasi

Perkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para Pedagang

Devi Setya - detikFood Kamis, 28 Jan 2021 16:00 WIB
Perkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para Pedagang Foto: detikFood/Devi S. Lestari
Jakarta -

Komunitas warga keturunan Tionghoa di Bekasi berawal dari aktivitas perdagangan di Kali Bekasi. Lambat laun warga China menempati kampung yang kini dikenal sebagai kawasan pecinan Bekasi.

Warga keturunan China di Bekasi memang tak sebanyak di Bogor atau Tangerang, tapi mereka masih eksis di beberapa tempat. Salah satu pusatnya berada di kawasan Pasar Proyek, Bekasi Timur.


Di kawasan ini terdapat klenteng Hok Lay Kiong yang menjadi satu-satunya klenteng di Kota Bekasi. Klenteng berusia 350 tahun ini menjadi saksi bisu perkembangan kawasan pecinan di Bekasi. Meskipun tak banyak, masih ada ratusan warga China yang menetap dan beraktivitas di sini.

Perkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para PedagangPerkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para Pedagang Foto: detikFood/Devi S. Lestari

Bio Kong, pengurus Klenteng Hok Lay Kiong sekaligus keturunan tionghoa mengatakan kawasan pecinan ini berawal dari kegiatan jual beli komoditas harian yang dilakukan oleh warga. Saat itu banyak warga keturunan China yang berjualan menggunakan kapal dan melintas Kali Bekasi.

Pusat perdagangannya saat itu di daerah yang kini sudah menjadi Stasiun Bekasi. "Kalau ceritanya mah, dulu pedagang itu memanfaatkan kali (sungai) buat transportasi angkut barang dagangan. Dulunya deket laut katanya, sekarang sudah jadi Stasiun Bekasi," kata Bio Kong.

Pria ramah ini juga menjelaskan, mulai dari aktivitas perdagangan ini, masyarakat China membentuk komunitas. "Buktinya ini klenteng usianya sudah 350 tahun. Satu-satunya di Bekasi," kata Bio Kong.

Layaknya kampung pecinan di kota lain, di sini juga lokasinya tak jauh dari pasar. Tepatnya di Pasar Proyek atau di jalan Mayor Oking.

Setiap pagi hari, pasar ini selalu dipadati penjual dan pembeli. Meskipun tidak besar, kamu bisa menemukan berbagai makanan ala China. Sebut saja misalnya bakcang, kue ku, bakmi hingga sate babi.

Perkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para PedagangPerkembangan Pecinan di Bekasi, Berawal dari Para Pedagang Foto: detikFood/Devi S. Lestari

"Pasarnya nggak gede di sini. Banyak (warga) yang sudah bergeser," lanjut Bio Kong. "Warga China di sini banyak yang sudah pindah ke Jakarta."

Karena terbilang sedikit, jadi tak banyak pilihan kuliner di kawasan pecinan ini. Tapi bukan berarti tidak ada.

Selain makanan China, banyak juga pilihan makanan lainnya yang tak kalah menggoda. Kamu bisa menikmati bubur Tepekong yang legendaris di depan Klenteng Hok Lay Kiong, ada juga nasi uduk di ujung jalan Mayor Oking dan yang tak boleh ketinggalan yakni beli oleh-oleh kopi bubuk di Kopi Matahari yang sudah ada sejak tahun 1960-an.



Simak Video "Berburu Kuliner Sambil Belajar Sejarah Tionghoa di Pecinan Bekasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com