Ada Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini Ceritanya

Robby Bernardi - detikFood Selasa, 12 Jan 2021 20:00 WIB
Ada Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini Ceritanya Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pemalang -

Sebuah gerobak nasi goreng nyangkut di ketinggian 5 meter di pintu masuk desa Jrakah. Rupanya ada cerita unik tentang gerobak nasi goreng tersebut.

Pemandangan yang unik terlihat saat kita melintas di Jalan Pancaniti, Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Pemalang. Bagaimana tidak? Sebuah gerobak nasi goreng lengkap dengan wajan, telur, botol kecap juga tampak mengisi gerobak tersebut. Sepintas terlihat gerobak tersebut sengaja ditaruh di atas bangunan yang tingginya sekitar 5 meter.

Bangunan ini bikin penasaran siapa saja yang melihatnya, termasuk detikcom saat melintas di jalan setempat, Selasa (12/01) . Pada detikcom, Taryono, Kepala Desa Jrakah, Kecamatan Taman, menceritakan tentang gerobak pedagang nasi goreng yang nyangkut di atas bangunan seperti sebuah tugu peringatan.

Ada Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini CeritanyaAda Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini Ceritanya Foto: Robby Bernardi/detikcom

"Itu adalah tugu nasi goreng. Kami buat swadaya warga selama hampir satu bulan lamanya," kata Taryono.

Ada alasannya, kenapa dibuat tugu gerobak nasi goreng di jalan masuk Desa Jrakah tersebut.

"Jadi, disini 20 persen lebih didominasi warga yang bekerja sebagai pedagang nasi goreng. Jualannya hampir merata dari Jakarta hingga Kudus, bahkan ada di Kalimantan dan Riau," jelasnya.

"Saya sendiri juga sebelumnya, pedagang nasi goreng. Sebelum jadi kepala desa saya jualan di Karawaci, Tangerang," tuturnya.

Dia mengaku berjualan nasi goreng sejak tahun 1993 sampai 2006 di Tangerang itu. Kemudian di Tahun 2007, dia mencalonkan diri jadi Kades Jrakah dan terpilih.

Menurutnya, dari jumlah warga Desa Jrakah sekitar 8 ribuan itu, 20 persennya merupakan pedagang nasi goreng. Selebihnya aneka ragram pekerjaan dari petani, pedagang, karyawan swasta ataupun pegawai.

"Karena warganya lebih dari 20 persen pedagang nasi goreng inilah kami sepakat agar tugu masuk desa mempunyai karakter yang sama yakni gerobak nasi goreng," kata Taryono.

Gerobak nasi goreng itu dibuat sedemikian rupa, mirip dengan aslinya. Hanya saja, bila gerobak yang asli berbahan kayu, tugu gerobak ini terbuat dari besi.

"Itu bahannya besi. Rodanya asli, botol juga. ini agar awet bila terkena panas atau hujan tidak keropos. Wajannya juga asli wajan," jelas Taryono.

Ada Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini CeritanyaAda Gerobak Nasgor Nyangkut di Tugu Desa Jrakah, Begini Ceritanya Foto: Robby Bernardi/detikcom

Untuk membuat tugu itu, warga swadaya sukarela hingga terkumpul uang sebesar Rp 50 jutaan.

"Kita patungan suka rela untuk membuatnya. Terkumpul uang sekitar Rp 50 juta lah untuk membuat tugu itu," katanya.

"Tugu tersebut ikon warga Jrakah. Tujuannya memberi semangat para pejuang nasi goreng untuk tetap semangat bekerja kendati di tengah-tengah pendemi corona seperti saat ini," tambahnya.



Simak Video "Bikin Nasi Goreng Praktis, Bisa Ngerasain Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com