Tren Kuliner 2021

Ahli Pangan 3 Generasi Ini Gencar Promosikan Tempe di Indonesia dan Mancanegara

Devi Setya - detikFood Kamis, 07 Jan 2021 18:00 WIB
Tempe Foto: Getty Images/iStockphoto/BanarTABS

4. Pernah mengajar napi untuk mengolah tempe

Ratusan kelas membuat tempe sudah pernah dialami Wida maupun Ando. Ada pengalaman menarik bagi Wida saat mengajar membuat tempe untuk para napi di LP Cipinang, Jakarta tahun 2015 lalu.

Wida dihadapkan pada 30 napi yang masa tahanannya sudah sebentar lagi. Sebelum dilepas ke masyarakat, para napi ini dibekali kemampuan untuk membuat sesuatu agar bisa berdaya saat kembali ke tengah masyarakat. Di awal proses mengajar, Wida mengatakan para napi ini seperti tidak memiliki jiwa, mereka mengikuti kelas dengan tatapan kosong.

Tapi setelah praktek, mereka justru antusias. "Tiap tahun saya berkunjung, lama-lama mereka bikin ini bikin itu, mereka menang lomba antar lapas karena menang bikin tempe, tanah di penjara ditanami kedelai. Dari sini saya mikir, ini ga boleh berhenti," kata Wida.

5. Tempe dipandang keren oleh para bule

Jenis biji untuk bahan baku tempeJenis biji untuk bahan baku tempe Foto: iStock


Ando yang banyak mempromosikan tempe di luar negeri mengatakan kalau banyak bule menganggap tempe sebagai makanan yang keren. Beda dengan persepsi masyarakat Indonesia yang justru melihat tempe sebagai makanan murah.

"Saya membuat tempe menjadi keren di Amerika, di Inggris, di Berlin. Sampai akhirnya Indonesia menatap tempe sebagai sesuatu yang keren. Indonesia punya paradigma, tempe dianggap makanan kecil, makanan murah. Sementara orang bule menilainya ini makanan sehat, bergizi dan murah," beber pria yang mendapat gelar Doktor di bidang teknologi pangan dari University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Selain Kedelai, Tempe Juga Bisa Dibuat dari Beragam Biji-bijian"
[Gambas:Video 20detik]

(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com