Terpopuler Sepekan

Wanita Ghana Jual Diri Demi Indomie hingga Air Kunyit Penurun Berat Badan

Tim Detikfood - detikFood Minggu, 03 Jan 2021 09:30 WIB
Air untuk masak mie instan Foto: Getty Images/iStockphoto/guliver-max
Jakarta -

Indomie jadi makanan berharga di Ghana hingga jadi alat tukar. Ada juga trik turunkan berat badan hingga kebiasaan minum yang bikin berat badan sulit turun.

Mie instan Indonesia bikinan PT Indofood Sukses Makmur sangat populer di Ghana. Bahkan menjadi makanan favorit harian mereka. Selain itu juga menjadi menjadi pemicu remaja putri rela jual diri demi bisa menikmati Indomie. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian mengenai kondisi remaja di Ghana.

Soal berat badan menjadi fokus perhatian kaum hawa. Segala cara dilakukan untuk bisa menurunkan berat badan. Seperti seorang gadis berusia 19 tahun dari India yang melakukan cara sederhana dengan mengandalkan rempah saja. Rutin minum air kunyit setiap pagi hingga ia berhasil menurunkan berat badannya 20 kg.

Untuk menurunkan berat badan bukan hanya asupan makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga minuman yang sering dikonsumsi. Minuman bisa mengandung banyak gula hingga memberi asupan kalori berlebihan. Ada beberapa minuman yang harus benar-benar dihindari atau dikurangi konsumsinya agar diet berhasil.


1. Wanita Ghana rela jual diri demi Indomie

Penelitian yang dilakukan Star Ghana Foundation tentang tingginya kehamilan pada remaja Ghana mengungkap fakta menarik. Selain uang digital dan sosial media, kehamilan remaja Ghan dipicu oleh rasa putus asa mereka akan kondisi sosial ekonomi.

Mereka rela melakukan hubungan intim dengan pria hanya agar bisa pinjam ponsel untuk eksis di sosial media. Yang lebih tragis mereka pun rela menukar tubuhnya dengan Indomie untuk dinikmati di malam hari. Indomie merupakan makanan utama dan favorit di Ghana. Hal ini menyebabkan angka kehamilan remaja meningkat di Ghana. Apa sebabnya Indomie jadi makanan penting di Ghana?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Indomie Dijadikan Topping Pizza, Bagaimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com