Pengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat Pandemi

ADVERTISEMENT

Pengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat Pandemi

Dadang Hermansyah - detikFood
Sabtu, 12 Des 2020 13:30 WIB
Pengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat Pandemi
Foto: detikcom/Dadang Hermansyah
Ciamis -

Galendo adalah kudapan khas Ciamis, Jawa Barat yang sering dijadikan oleh-oleh. Setelah 6 bulan berhenti produksi kini perajin mulai membuat galendo.

Sejak pandemi COVID-19, para pengrajin galendo yang merupakan para UMKM ini terpuruk bahkan nyaris tidak produksi. Kini setelah 6 bulan berlalu, sedikit demi sedikit para pengrajin galendo kembali bangkit.

Salah satunya di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, ada enam pengrajin yang masih bertahan produksi galendo. Namun karena keterbatasan bahan baku, para pengrajin tidak setiap hari memproduksi galendo dan minyak.

Baca Juga : Raos Pisan! Bumbu Tutug Oncom Khas Ciamis Kini Tersedia Bentuk Instan

"Mulai produksi lagi sejak 6 bulan lalu berhenti karena pandemi COVID-19. Kan galendo nya tidak ada yang beli karena sebab tidak ada yang berwisata. Kalau produksi galendo rusak dan berjamur karena kan tidak bertahan lama," ujar Nana (50) salah satu pengrajin galendo di Kelurahan Cigembor, Jumat (11/12/2020).

Pengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat PandemiPengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat Pandemi Foto: detikcom/Dadang Hermansyah

Selama masa pandemi saat tidak produksi, Nana mengaku sempat menjadi buruh tani sekitar 6 bulan. Namun kini ia kembali produksi dengan bantuan modal dari menantunya. Karena selama pandemi, modalnya habis untuk keperluan sehari-hari.

Nana mengaku saat produksi sekarang ini lebih mengandalkan bahan baku kelapa dari Sumatera. Karena di Ciamis dan sekitarnya kondisi saat ini pasokan kelapa berkurang. Ia tidak mengetahui pasti penyebabnya, namun kemungkinan salah satunya kelapa kini banyak dipetik sebelum tua, untuk kepala muda.

Untuk harga galendo Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan untuk minyak kelapa Rp 20 ribu per kilogram. Kini pesanan kembali datang dari Cirebon, Garut dan Bandung.

Pengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat PandemiPengrajin Galendo Khas Ciamis Kembali Produksi usai Terpuruk saat Pandemi Foto: detikcom/Dadang Hermansyah

"Alhamdulillah sekarang pesanan sudah kembali berdatangan, tidak hanya di Ciamis saja tapi juga ke luar daerah seperti Bandung dan Garut," ungkapnya.

Nana mengaku sudah membuat galendo dan minyak kelapa sejak puluhan tahun. Saat ini kesulitan yang ia hadapi adalah ketersediaan bahan baku dan harganya yang cenderung naik, dari Rp 3.500 per butir kini bisa sampai Rp 4.500.

Setiap produksi Nana bisa menghabiskan 1 ton kelapa namun tergantung pasokan. Dari 1 ton itu menghasilkan 80 kilogram kelapa dan 70 kilogram galendo. Harga galendo saat ini lebih mahal dibanding minyak kelapa, padahal dulu harga minyak lebih mahal dari galendo.

"Sekarang galendo sudah menjadi makanan khas, khususnya untuk oleh-oleh sehingga kondisinya lebih mahal dari minyak," terang Nana.

Baca Juga : Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Unik Khas Ciamis yang Bikin Nagih



Simak Video "Mencicipi Kopi di Festival Coffee Rajadesa Art and Culture"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT