Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Unik Khas Ciamis yang Bikin Nagih

Dadang Hermansyah - detikFood Minggu, 09 Jun 2019 16:37 WIB
Foto: Dadang Hermansyah/detikcom Foto: Dadang Hermansyah/detikcom
Ciamis - Bagi pemudik yang mampir Ciamis harus mencicipi kuliner unik ini. Colok Gembrung, sate kikil yang gurih ini sudah ada sejak dulu dan hanya ada di Ciamis.

Colok gembrung memiliki rasa yang khas, karena bumbunya dibuat dengan resep khusus berbahan galendo yang juga makanan khas Ciamis. Merupakan kulit sapi dipotong kecil ditusuk menggunakan lidi seperti satai. Saat dimakan kulitnya terasa empuk dengan bumbunya terasa gurih sedikit terasa manis.

Cara makannya bisa langsung sebagai cemilan. Atau bisa juga dimakan dengan ketupat lebaran atau nasi putih. Colok gembrung disukai oleh berbagai kalangan dari anak hingga dewasa.

Makanan ini bisa didapat dari penjual di beberapa sudut di Pasar Manis Ciamis atau di sekitar Alun-alun Ciamis. Setiap Minggu pagi biasanya penjualnya hadir di pasar dadakan parkiran sirkuit BMX Ciamis.


Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Unik Khas Ciamis yang Bikin NagihAri Herdian sibuk melayani pembeli colok gembrung. Foto: Dadang Hermansyah/detikcom

Tak ada yang tahu persis makanan itu disebut colok gembrung, namun menurut para pedagangnya, 'colok' merupakan bahasa sunda yang dalam bahasa Indonesia berarti tusuk. Sedangkan 'gembrung' artinya bunyi atau yang keluar dari alat musik berbahan kulit seperti beduk. Ada juga yang mengartikan 'gembrung' ini atau 'gembrong' artinya berkumpul, itu karena kulit penuh dilumuri bumbu olahan galendo.

Ari Herdian, perajin colok gembrung asal Desa Pasirdatar, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis mengaku bersama isterinya Nia Kurniasih, sudah menekuni jualan colok gembrung sejak 5 tahun lalu. Ia meneruskan usaha kakek dan neneknya yang sudah terlebih dulu jualan.

"Dulu nenek dan kakek yang jualan, sekarang saya cucunya ikut meneruskan jualan colok gembrung. Memang ini makanan khas Ciamis asli, mungkin di daerah lain juga ada yang mirip tapi beda," ujar Ari Herdian, saat ditemui sedang berjualan di parkiran BMX, Minggu (9/6/2019).

Menurutnya, di musim lebaran ini penjulanb colok gembrung sangat laris. Sebanyak 1500-2500 tusuk yang disediakan langsung diborong habis. Seperti terlihat di pasar dadakan BMX, 1500 tusuk yang dibawanya dalam waktu hanya sekitar 2 jam sudah habis. Bahkan banyak pembeli yang kesiangan terpaksa harus gigit jari karena tak kebagian.

"Alhamdulillah sudah habis, yang beli memang kalau habis lebaran ini dari warga dari luar kota yang kebetulan mudik di Ciamis," ungkapnya. Harga satu tusuknya Rp 1.000, dibungkus dengan daun pisang menjadi 1 paket berisi 10 tusuk, atau per bungkus Rp 10 ribu. "Biasanya pembeli juga meminta tambah bumbunya, karena mungkin khasnya di bumbunya ini terbuat dari galendo yang sudah diolah pake bawang dan bumbu lainnya," katanya.

Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Unik Khas Ciamis yang Bikin NagihIrisan kikil yang kenyal dengan paduan galendo yang gurih. Mantap! Foto: Dadang Hermansyah/detikcom

Sementara itu, Nia Kurniasih, Istri Ari, menerangkan pengolahan colok gembrung ini cukup panjang, kulit sapi yang didatangkan dari Garut diolah sehari semalam, lalu dipotong kecil memanjang, baru masak dan diberi bumbu dan ditusuk seperti sate menggunakan lidi. Untuk membantu mengolah itu Nia kini memiliki 2 karyawan tetap di rumahnya.

"Untuk sekarang memang penjualan laris, cuma untuk bumbu agak sulit, karena banyak pabrik galendo yang libur lebaran," ungkapnya. G

Galendo atau ampas kelapa didapat dari proses pembuatan minyak kelapa. Ampas berwarna cokelat ini rasanya gurih dengan aroma wangi kelapa. Kalau di Jawa Tengah disebut blondo.

Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Unik Khas Ciamis yang Bikin NagihDisajikan dalam bungkusan daun colok gembrung diberi galendo. Foto: Dadang Hermansyah/detikcom

Sementara itu, salah seorang pembeli, Yuliana, mengatakan colok gembrung ini sudah menjadi kudapan favoritnya sejak kecil. Sampai saat ini diusianya sudah 38 tahun tetap suka dengan colok gembrung.

"Makan colok gembrung ini tak pernah ada bosannya, rasanya tetap sama dari dulu. Memang rasanya sudah khas jadi kalau tidak habis di bungkusnya pengennya terus makan," ucapnya.

(odi/odi)