Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan

Erliana Riady - detikFood Sabtu, 28 Nov 2020 10:00 WIB
Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan Foto: detikcom / Erliana Riady
Blitar -

Tahu campur biasanya jadi jajanan di sela makan siang dan malam. Namun di warung Cak Ali ini, tahu campur bisa jadi sarapan sehat yang matoh banget rasanya.

Warung tahu campur Cak Ali memang buka sejak pukul 07.00 WIB dan baru tutup pukul 17.00 WIB. Karena sudah buka sejak pagi, banyak pekerja memilih mampir untuk sarapan pagi di sini.

Satu porsi tahu campur, cukup mengenyangkan untuk mengisi energi menjelang aktifitas pagi. Seporsi tahu campur Lamongan ini terdiri dari irisan tahu, perkedel singkong, tauge, mie dan kikil yang lembut masih ditambah irisan beberapa lontong.

Baca Juga : Resep Tahu Campur Surabaya yang Ngangeni

Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat SarapanMatoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan Foto: detikcom / Erliana Riady

Tak lupa irisan daun selada menambah segar penampilannya. Diguyur kuah kaldu sapi yang dipadu petis asli dikirim dari Lamongan. Baru ditaburi krupuk udang. Wuih...matoh rasanya.

Tak heran jika warung di Jalan Cemara 51 Kota Blitar ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan tiap akhir pekan, rombongan pegowes dari luar kotapun banyak yang mampir untuk menikmati gurihnya tahu campur Cak Ali.

"Disini itu rasa tahu campurnya asli Lamongan. Matoh kalau istilah orang sana. Saya lama hidup di Surabaya, jadi cocok dengan rasanya tahu campur disini. Porsinya mengenyangkan kalau untuk sarapan. Ini saya bungkus, banyak teman kantor nitip," kata Ninik, pegawai bank plat merah kepada detikcom, Jumat (27/11/2020).

Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat SarapanMatoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan Foto: detikcom / Erliana Riady

Kalau makan di warung yang berdiri sejak empat tahun lalu ini, pembeli bisa membaca beberapa kalimat motivasi. Yang intinya, bahwa setiap manusia itu berhak untuk hidup sukses. Kesuksesan bisa didapat dengan kerja jujur dan saling membantu sesama.

"Ya saya bisa masang tulisan-tulisan itu dari perjalanan hidup saya. Sebelum punya warung ini, saya jualan tahu campur dan soto itu dorong gerobak. Keliling selama tujuh tahun," ujar pemilik warung, Ali Majid.

Sejak menikah dengan warga Blitar tahun 2000, Ali Majid dan istri berniat mencari rejeki, tapi tidak ikut orang lain. Bermodalkan warga asli Lamongan, akhirnya Ali bersama istri mulai memasak makanan khas Lamongan ini.

Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat SarapanMatoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan Foto: detikcom / Erliana Riady

Baru tahun 2014 lalu, Ali mampu membeli bangunan dalam kondisi rusak namun lokasinya stategis di pinggir jalan utama Blitar-Tulungagung ini. Selama dua tahun mereka menabung untuk biaya perbaikan gedung hingga bisa dipakai berjualan sampai saat ini.

"Kalau dulu waktu dorong gerobak harga per porsi hanya Rp 8.000. Sekarang sudah ada warung saya naikkan seporsi jadi Rp 10 ribu. Ndak papa kata orang kok murah sekali, karena saya jualan gak ambil untung banyak. Penting berkah," papar bapak dengan tiga anak ini.

Matoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat SarapanMatoh Banget! Tahu Campur Cak Ali Buat Sarapan Foto: detikcom / Erliana Riady

Dalam sehari, tak kurang 80 porsi tahu campur dan soto Lamongan bisa terjual. Namun Ali dan istrinya, Wati, bekerjasama hanya berdua. Karena beberapa kali punya karyawan anak muda, mereka banyak yang tidak mau belajar untuk maju agar bisa membuka usaha sendiri.

"Setiap yang kerja disini itu saya ajarin kerja jujur, kerja keras. Karena setiap orang punya kesempatan untuk sukses. Tapi tidak semua orang punya keberanian untuk usaha sendiri," pungkasnya.

Baca Juga : Resep Tahu Campur Magelang yang Murah Enak



Simak Video "Gurih Empuk Sate Cumi-cumi di Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com