Imbas Covid-19 Lebih dari 1.000 Restoran di Jakarta Tutup Permanen

Tim Detikfood - detikFood Kamis, 19 Nov 2020 16:45 WIB
terjebak dalam restoran tutup Foto: terjebak dalam restoran tutup
Jakarta -

Selama 7 bulan pandemi Covid-19 berdampak serius pada bisnis restoran di Jakarta. Lebih dari 1.000 restoran tutup permanen.

Penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta selama 7 bulan lebih dengan berbagai tahapan. Meskipun dalam 3 tahapan PSBB transisi restoran sudah diijinkan menerima tamu makan di tempat, tetapi tak bisa mendongkrak penjualan.

Kenyataan pahit bisnis restoran di Jakarta akibat pandemi Covid-19 ini diungkap gamblang oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Data yang didapatkan ternyata jumlah restoran yang tutup permanen lebih banyak dari pada yang tutup sementara.

"Restoran yang disurvei 4.469 resto dari total9.054 restoran yang tutup permanen 1033, jadi hampir 10%. Tutup sementara 429 artinya yang masih bisa buka lagi dan ini DKI Jakarta saja. Data ini per September 2020. Sekarang lebih banyak lagi kali," kata Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Restoran, Emil Arifin seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (18/11)

Jumlah tersebut meliputi restoran-restoran yang ada di mal. Jumlahnya diperkirakan sekitar 4.000 lebih. Sebagian besar juga sudah menutup gerainya secara permanen atau berhenti beroperasi.

Restoran Tutup di AmerikaImbas Pandemi Covid-19 Lebih dari 1.000 Restoran di Jakarta Tutup Permanen. Foto: Istimewa

Dari jaringan restoran yang memiliki 20 restoran, hanya buka 8 hingga 9 outlet saja. Masalah utama penutupan restoran sementara atau permanen karena masalah modal kerja.

"Nggak bisa start lagi, kehabisan modal. Ibarat sudah rugi tapi napas nggak bisa panjang, jadi tutup. Biasanya dengan customer penjualan 15 juta di mal sekarang datang penjualan 2-3 juta. Lama-lama mati," ungkap Emil.

Dengan kondisi sulit saat ini pengelola mal atau pusat perbelanjaan sudah memberikan diskon pada tenant-tenant, termasuk restoran. Tetapi nyatanya kelonggaran tersebut tak bisa berlangsung lama. Pengelola mal belum mendapat bantuan signifikan dari pemerintah berupa relaksasi pajak.

Yang bisa menjadi andalan adalah modal yang dimiliki sendiri. Jika sudah tak memiliki cadangan tentunya harus dilakukan tindakan berupa pengurangan karyawan hingga penutupan restoran permanen atau sementara.

"Bisa dapat bantuan bank kalau bank mau kasih pinjaman. Perlu restrukturisasi lagi, bisa juga jual aset atau aksi korporasi tambah investor baru. Cuma kondisi gini investor juga sangat selektif," sebut Emil.

Di wilayah DKI Jakarta saat ini masih diterapkan PSBB transisi. Pengunjung bisa bersantap di restoran dengan kapasitas 50% dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Namun, pelonggaran aturan ini tidak berdampak pada pendapatan banyak restoran.



Simak Video "Bikin Laper: Kuliner Iga Sapi dengan Jengkol Pedas"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)