Kenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang Ngangeni

Erliana Riady - detikFood Senin, 26 Okt 2020 10:30 WIB
Kenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang Ngangeni Foto: Erliana Riady
Blitar -

Gatot, salah satu jajanan tradisional yang populer sampai sekarang. Walaupun proses pembuatannya agak ribet tapi masih ada warga yang menekuninya.

Salah satunya adalah Sriami, warga Jalan Lawu Kota Blitar. Di bawah gapura menuju rumahnya, wanita 56 tahun ini biasa menggelar dagangannya. Sejak buka setiap hari.

Kenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang NgangeniKenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang Ngangeni Foto: Erliana Riady

mulai pukul 07.00 WIB. Kedua tangannya nayristak pernah berhenti bergerak melayani para pelanggan.

Bagi warga Bumi Bung Karno, gatot olahan Sriami begitu istimewa. Teksturnya kenyal-kenyil merata dan rasanya gurih enak. Tak heran, hanya dalam waktu dua jam, 10 kg gatot dagangan habis terjual.

"Saya sudah dagang gatot, grontol dan sawut ini lama. Ada mungkin 20 tahunan. Ilmunya ya dari nenek dan ibu saya. Soalnya panjang prosesnya bikin gatot itu. Salah kedaden iso nggarai mendem (kalau salah mengolah bisa membuat keracunan)," tutur Sriami sambil melayani pembeli, Minggu (25/10/2020).

Gatot berbahan dasar ketela pohon. Proses membuatnya cukup lama. Jadi ketela pohon dikupas, lalu dibiarkan terfermentasi tanpa ragi dibawah terik panas dan hujan. Kalau sudah menghitam, baru dipotong kecil-kecil supaya bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Kalau sudah begini, namanya menjadi gaplek.

Kenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang NgangeniKenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang Ngangeni Foto: Erliana Riady

Jika mau memasak, gaplek harus direndam air sehari semalam. Dalam proses inilah higienitas harus terjaga, supaya tidak tumbuh spora yang membahayakan bagi kesehatan. Setelah semalam direndam, gaplek baru dikukus sampai matang.

"Ngukusnya paling sekitar 30 menit sambil digebyahi (diperciki) larutan garam biar gurih. Kalau sudah matang baru bisa dijual. Kalau saya, selalu sedia parutan kelapa sama bubuk koyah. Tergantung selera pelanggan mau ditaburi apa," bebernya.

Begitu Sriami membuka lapak, para pelanggan langsung mengerumuninya. Rata-rata pelanggan Sriami memang kalangan baby boomer, namun ada juga beberapa milenial yang gemar jajanan tradisional ini.

Kenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang NgangeniKenyal-kenyil Gurih Gatot, Jajanan Ndeso yang Ngangeni Foto: Erliana Riady

Seperti Yuwono, keturunan etnis Thionghoa yang memesan gatot beberapa bungkus untuk dibawa pulang. Hampir setiap hari Yuwono membeli gatot bikinan Sriami. Ini dilakukannya sambil olah raga jalan pagi mengelilingi sekitar Alon-Alon Kota Blitar.

"Enak gatot di sini, ndak ada yang pahit. Bagus juga buat sarapan, bergizi tinggi dan sangat nikmat buat temen ngopi," pungkasnya.



Simak Video "Gatot, Jajanan Tradisional khas Blitar yang Ludes dalam 2 Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)