Pakai Pemanas Instan Buatan Solo, Gulai dan Tengkleng Siap Sekejap

Bayu Ardi Isnanto - detikFood Rabu, 16 Sep 2020 10:15 WIB
Pemanas Instan Buatan Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Seorang warga Solo berkreasi membuat kuliner Nusantara dalam kemasan instan. Uniknya, makanan cuma perlu dihangatkan tanpa perlu menyiapkan air panas, apalagi harus menggunakan api.

Kreatornya, Puspo Wardoyo, memanfaatkan teknologi self heating pad sebagai alat pemanas instan. Bentuknya seperti bubuk yang dibungkus kemasan kertas.

Dalam self heating pad tersebut terkandung alumunium particle, calcium oxide dan alkaline food particle. Diberi air dingin sekalipun, air akan dengan cepat mendidih.

Pemanas Instan Buatan SoloPemanas Instan Buatan Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Pakai air apapun bisa, kalau sedang outdoor, pakai air sungai pun bisa. Ini dibuat khusus food grade, jadi aman untuk makanan," kata Puspo ditemui di warung makannya, Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Solo, Selasa (15/9/2020).

Dalam satu paket kemasan terdapat nasi dan lauk yang sudah matang. Makanan siap saji tersebut sudah melalui proses sterilisasi sehingga bisa bertahan sampai setahun tanpa bahan pengawet.

Dilihat dari proses pembuatannya, Puspo menggunakan bahan makanan asli dengan bumbu bercita rasa Nusantara. Sementara ini ada lima varian dalam kuliner bernama MakanKu itu, antara lain gulai ikan, ayam balado dan rendang.

Saat ini pihaknya mengembangkan varian lain dengan khas UKM lokal. Di Solo, mereka bekerja sama dengan beberapa UKM, antara lain Tengkleng Bu Edi Pasar Klewer dan Nasi Liwet Bu Wongso Lemu.

"Baru lima jenis yang bersertifikasi BPOM. Tapi kita bekerja sama dengan UKM lokal di Indonesia. Ada 90-an variasi makanan yang kita kemas instan, ada tengkleng, bakso, lontong cap gomeh, gudeg, ini masih kita urus di BPOM," ungkapnya.

Pemanas Instan Buatan SoloPemanas Instan Buatan Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Ide tersebut muncul berawal dari keinginan Puspo membuat makanan siap saji dengan cita rasa Nusantara. Menurutnya, selama ini makanan siap saji terkesan tidak sehat dan rasanya kurang sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

"Cocok untuk jemaah haji atau acara outdoor. Apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 seperti ini, tidak perlu makan langsung di tempat. Bisa dibawa ke luar kota, rasanya tidak berubah," ujar dia.



Simak Video "Bikin Laper: Garang Asem dan Tengkleng Kambing"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)