Pencinta Boba? Awas Kamu Bisa Kena Kolesterol!

Inkana Putri - detikFood Jumat, 04 Sep 2020 11:24 WIB
boba Foto: shutterstock
Jakarta -

Boba saat ini memang menjadi minuman kekinian yang digemari banyak orang, terutama anak muda. Campuran milk tea, bubble, dan brown sugar memang terasa segar dan lezat.

Namun, siapa sangka kalau ternyata sering mengonsumsi minuman manis seperti boba, soda, kopi, dan lainnya dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol Melansir Healthline, mengonsumsi minuman manis berpeluang 98% terkena kolesterol. Tak hanya kolesterol, minuman manis juga bisa meningkatkan penyakit lainnya seperti berikut ini.

Obesitas

Minuman manis yang mengandung banyak gula tentu memiliki kalori yang cukup tinggi sehingga berkontribusi terhadap penambahan berat badan, bahkan lebih dari makanan padat. Beberapa studi juga mengatakan orang dewasa yang mengonsumsi segelas minuman manis atau lebih per hari, 27 persen lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Kerusakan Gigi

Sering mengonsumsi makanan dan minuman manis memang bisa mengakibatkan terhadap kerusakan gigi, seperti gigi berlubang. Hal ini disebabkan karena gula yang terkandung dalam minuman manis bisa memicu pelepasan asam sehingga bisa mengikis gigi. Jika gigi berlubang dan tidak dirawat, ini tentu akan berakibat terhadap penyakit lainnya seperti infeksi, nyeri, serta gigi tanggal.

Kolesterol

Banyak yang mengira penyebab munculnya kolesterol adalah mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak. Padahal, minuman manis juga bisa memperburuk kadar kolesterol dalam tubuh.

Para peneliti menemukan orang dewasa dan lansia yang minum minuman manis setiap hari berisiko lebih besar memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr. Adeline Devita juga menjelaskan berisiko menurunkan kadar kolesterol baik sehingga berdampak negatif terhadap kadar kolesterol total dalam tubuh. Beberapa peneliti juga menemukan peminum minuman manis berpeluang 98 persen lebih tinggi memiliki kolesterol baik (HDL) yang rendah.

"Asupan minuman manis berkaitan dengan penurunan jumlah kolesterol HDL (kolesterol baik) dan peningkatan kadar trigliserida sehingga memberikan dampak terhadap kolesterol total di dalam tubuh," ujarnya kepada detikFood baru-baru ini.

Penyakit jantung

Kolesterol dan jantung menjadi dua hal yang memang sering berkaitan. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi sering sekali berisiko lebih besar terkena sakit jantung. Penelitian juga menyebutkan orang yang minum satu kaleng minuman manis per hari lebih berisiko terkena serangan jantung atau meninggal akibat serangan jantung.

"Konsumsi minuman manis memiliki resiko lebih besar untuk mengalami dislipidemia atau kadar lemak tidak sehat yang lebih tinggi sehingga meningkatkan angka kejadian penyakit jantung, diabetes maupun stroke," ujar dr. Adeline.

Itu dia beberapa penyakit yang bisa muncul karena terlalu banyak minum minuman manis, termasuk boba. Mengutip verywellfit, satu ons boba mengandung sekitar 25 kalori yang utamanya berasal dari gula. Selain itu, satu gelas minuman boba yang umumnya berisi susu, krimer, serta olahan susu lainnya juga meningkatkan kadar lemak

Oleh karena itu, mulai saat ini sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi minum boba atau sejenisnya dan perbanyak mengonsumsi minuman sehat seperti air putih atau jus rendah gula. Selain itu, cegah juga dengan mengonsumsi Nutrive Benecol sebanyak dua botol setiap harinya. Kandungan Plant Stanol Ester (PSE) dalam Nutrive Benecol telah teruji mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.



Simak Video "Duel Minuman Boba Ekonomis, Antara Keluarga Vs Masa Lalu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)