Pasar Tutup dan Tak Ada Tukang Sayur, Ini Cara Dapatkan Bahan Segar

Tim detikfood - detikFood Sabtu, 21 Mar 2020 13:30 WIB
tukang sayur Foto: Istimewa
Jakarta -

Beberapa penjual sayur dan pasar tradisional mulai mengurangi aktivitas. Lalu bagaimana supaya kebutuhan bahan segar bisa tercukupi?

Mengikuti anjuran Gubernur DKI kantor-kantor di Jakarta akan tutup mulai Senin, 23 Maret hingga 5 April mendatang. Kegiatan di pasar-pasar dan pusat perdagangan mulai berkurang sejak akhir pekan ini.

Seperti pantauan detikcom di Pasar Modern BSD meskipun ramai tetapi beberapa penjual sudah menutup lapak dan beberapa penjual tidak berdagang mulai hari Senin. Alasan mereka karena sepi dan ada anjuran tidak berkerumun.

Demikian juga dengan tukang sayur keliling. Alasannya karena kehadiran mereka mengundang kerumunan pembeli. Banyak pengurus lingkungan menganjurkan untuk tidak mangkal.

Meskipun demikian Anda masih bisa melakukan beberapa hal ini untuk mencukupi kebutuhan sayuran dan bahan segar.

1. Belanja bahan segar online


Kini banyak toko sayur online yang menawarkan beragam sayuran dan bumbu dengan harga menarik. Sebaiknya pelajari dulu toko online tersebut. Terutama posisi atau lokasinya supaya lebih hemat ongkos kirim dan mendapatkan bahan segar.

Biasanya sayuran, buah, bumbu, daging dan ayam sudah dibersihkan dan dikemas rapi. Demikian juga untuk pengantaran memakai kardus yang bersih dan rapi. Gunakan promo bahan-bahan segar yang sedang ditawarkan. Karena biasanya sedang panen dalam stok melimpah dan kualitas bagus.

Beberapa tokor online juga bisa menerima pesanan sesuai dengan hari dan jam yang Anda inginkan. Untuk daftar lengkapnya bisa dilihat di sini.

Pasar Tutup dan Tak Ada Tukang Sayur, Ini Cara Dapatkan Bahan SegarFoto: Istimewa



2. Layan antar via grup WA


Jika punya tukang sayur atau penjual sayur langganan, manfaatkan untuk berkomunikasi lewat WA. Atau bentuk grup WA bersama pelanggan lain, seperti yang sudah dilakukan oleh banyak warga di Jakarta.

Setiap hari, dua hari sekali, Anda bisa memesan belanjaan dari mereka. Belanjaan akan dikemas dan diantar ke rumah. Jika tak mau kontak, belanjaan bisa diletakkan di depan pintu dan uangnya bisa dibayar lewat e-wallet atau taruh uang tunai dalam amplop.

Cara ini sangat efektif karena Anda akan mendapatkan bahan-bahan segar yang dibelanjakan tukang sayur di pagi hari. Diantar di depan pintu rumah. Harganya juga relatif lebih murah. Anda juga tak perlu keluar rumah.

Pasar Tutup dan Tak Ada Tukang Sayur, Ini Cara Dapatkan Bahan SegarFoto: iStock



3. Stok bahan segar tahan lama

Banyak sayuran segar bisa tahan disimpan lama. Anda harus pandai-pandai memilih. Bisa berbelanja di pasar tradisional atau swalayan. Belanja untuk keperluan seminggu agar Anda tak terlalu sering keluar rumah. Tak perlu memborong atau menyetok banyak karena pasokan bahan segar cukup.

Beberapa sayuran segar ini bisa tahan lebih dari seminggu jika disimpan di kulkas.

- Jagung manis berikut kulitnya: Beli yang masih berkulit dan simpan di kulkas, kupas kulitnya saat akan diolah agar jagung tetap segar dan manis.
- Labu siam: Pilih yang hijau gelap dengan kulit licin. Bungkus kertas bersih simpan di kulkas.
- Kubis atau kol dan lettuce : Tempel sepotong kertas di ujung bongkolnya dan bungkus plastik bening.
- Kacang panjang dan buncis: Biarkan utuh, bungkus kertas bersih.
- Wortel : jenis baby carrot dan wortel Brastagi sebaiknya bungkus kertas dan taruh di kotak sayur kulkas.
- Jenis sayuran hijau : Bisa disiangi bersih dan jangan dicuci. Air akan membuat daun sayuran cepat rusak. Jika ada bisa membeli sayuran organik atau hidroponik yang berikut akar yang lebih tahan segar.
- Kacang merah : Beli yang masih dalam kulitnya sehingga lebih tahan segar saat disimpan.



Simak Video "Nastar Klepon, Perpaduan Makanan Jadul dan Kekinian!"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)