Mobile Cafe ala Banyuwangi, Bisa Ngopi Enak di Mana Saja

Ardian Fanani - detikFood Senin, 03 Des 2018 09:28 WIB
Foto: Ardian Fanani/detikcom Foto: Ardian Fanani/detikcom
Jakarta - Kini di Banyuwangi banyak bermunculan kafe. Masing-masing dengan keunikannya. Termasuk kafe mobile yang berkeliling di sekitar Banyuwangi.

Tak mau ketinggalan dengan kafe-kafe di Banyuwangi, Novian Dharma Putra (27) membuat inovasi. Ia membuat kafe dengan konsep mobile atau bergerak. Dengan kendaraan roda tiga yang di modifikasi ala kafe, Novian menamakan usahanya ini sebagai Mobile Cafe (MoCa).
Mobile Cafe ala Banyuwangi, Bisa Ngopi Enak di Mana SajaFoto: Ardian Fanani/detikcom

Baca juga : Banyuwangi Punya Kuliner Khas yang Diolah dari Ikan Belut

Motor roda tiga ini dilengkapi dengan peralatan kopi persis yang digunakan oleh barista kopi di kafe. Mulai dari expreso, late, capucino, v-60, fenpres, moka pot, sipon, vietnam drip hingga tobrok. Tak ketinggalan, beberapa hiasan dengan bertuliskan kata-kata tentang kopi juga sebagai pemanis kafe yang buka di pinggir jalan ini.

"Ini modifikasi kafe yang bisa berkeliling dimana saja berada. Tempat yang biasa yang ramai saya kunjungi. Biasanya di titik nol kilometer Banyuwangi saya buka kafe disana," ujarnya kepada detikcom, Sabtu (1/12/2018).

Untuk jenis kopi yang dijual juga bermacam-macam. Namun Novian lebih mengangkat kopi khas dari Banyuwangi dan nusantara. Jenis robusta dari Banyuwangi yang dibuat oleh UMKM seperti kopi Telemung, Papring dan Gombesari menjadi andalannya.

Ada pula kopi jenis arabika dari Gayo (Aceh), Solok (Sumbar), Papua, Toraja, Belawan hingga Blue Mountain. Tak hanya kopi, makanan ringan seperti kacang, widaran dan kacang kapri pun disediakan sebagai pendamping minum kopi.

"Kopi dari UMKM Banyuwangi dan kopi nusantara. Banyak macam dan saya berusaha mengangkat kopi dari masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan usaha rakyat," kata Novian.
Mobile Cafe ala Banyuwangi, Bisa Ngopi Enak di Mana SajaFoto: Ardian Fanani/detikcom

Ia mendirikan MoCa ini pada Oktober 2018 lalu. Dirinya berkeliling di beberapa pasar rakyat dan tempat-tempat ramai di Banyuwangi.

"Tantangannya adalah mengenalkan MoCa di Banyuwangi. Tapi asyik. Selain itu ada kendala kalau hujan saja," tambahnya.

MoCa milik Novian ini juga bisa dipesan. Peminat kopi di Banyuwangi bisa memanggil MoCa asalkan melakukan pemesanan minimal 10 cangkir kopi.

"Bisa dipesan juga. Minimal pemesanan 10 cangkir. Nanti kita datangi lokasi yang diinginkan. Untuk sementara di titik nol kilometer Banyuwangi, depan radio Vis FM dan beberapa pasar rakyat jika tidak ada pemesanan khusus," tambahnya.

Dari usahanya ini, kata Novian, per bulan bisa mengantongi Rp 5 juta. Per hari, bisa melayani 50 hingga 100 cangkir kopi pesanan pelanggannya. "Kalau rame ya bisa sampai 100 cangkir lebih. Kalau sepi ya mungkin 50an cangkir," pungkasnya.
Mobile Cafe ala Banyuwangi, Bisa Ngopi Enak di Mana SajaFoto: Ardian Fanani/detikcom

Baca juga : Persiapkan Kunjungan Para Dubes, William Wongso Eksplorasi Kuliner Banyuwangi

Salah satu pelanggan MoCa, Nur Kholil mengaku sudah lama menjadi pelanggan MoCa. Menurutnya, ada sensasi tersendiri saat menikmati kopi di pinggir jalan. Sementara di kafe, kata Nur Kholil, hanya bisa berkutat di ruangan yang terkadang sempit.

"Kalau di pinggir jalan gini kan enak. Sensasinya ya lebih luas. Tidak hanya berkutat di ruangan sempit seperi di kafe. Kopinya juga tak kalah sama kafe," ujarnya.



Simak video 'Menjajal Berbagai Jenis Kopi di Noah's Barn':

[Gambas:Video 20detik]

(dvs/odi)