Banyuwangi Punya Kuliner Khas yang Diolah dari Ikan Belut

Kabar Banyuwangi - detikFood Kamis, 05 Apr 2018 00:00 WIB
Kuliner tongseng belut dan pepes uling khas Banyuwangi. (Foto: Ardian Fanani) Kuliner tongseng belut dan pepes uling khas Banyuwangi. (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Kuliner Banyuwangi tidak hanya melulu sego tempong dan rujak soto. Kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini memiliki kuliner lain yang diolah dari ikan belut.

Namanya tongseng belut dan pepes uling (sidat). Kuliner ini bisa Anda temukan di warung sederhana yang berada di Jalan Pongpongan, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Warung sederhana milik Mbok Ella ini menyediakan tongseng belut dan juga pepes uling atau sidat yang mempunyai cita rasa pedas.

"Sebelum tenar uling (sidat) kita sudah menjual makanan ini. Kita sudah buka lebih dari 10 tahun disini," ujar Mbok Ella kepada detikcom, Selasa (20/3/2018).

Satu porsi nasi tongseng belut Mbok Ella terdiri dari nasi hangat, lalapan dan sambal mentah, serta tongseng belut yang pedas. Sementara pepes uling disajikan dalam daun pisang.

"Memang orang Banyuwangi suka pedas. Walau tongseng atau pepes tetap wajib pakai sambel. Selain itu untuk bumbu kita pakai yang sederhana seperti cabai, belimbing sayur, garam, dan gula," kata Mbok Ella.

Baca juga: Sensasi Makan Durian Langsung di Bawah Pohon, Mau?

Tongseng belut dan pepes uling khas Banyuwangi biasa disajikan pedas. (Foto: Ardian Fanani) Tongseng belut dan pepes uling khas Banyuwangi biasa disajikan pedas. (Foto: Ardian Fanani)

Cara memasak tongseng belut, kata Mbok Ella, belut yang panjang dipotong-potong sepanjang ibu jari kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu. Sementara untuk pepes uling, daging uling yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan belut, dipotong agak besar lantas dibungkus daun pisang dan dimasak.

"Memasaknya juga tidak membutuhkan waktu lama. Daging uling dan belut itu lembut. Bisa hancur. Kita pakai daging yang fresh. Dapat langsung dimasak," tambah Mbok Ella.

Mbok Ella mengaku perhari bisa menghabiskan daging uling rata-rata 25 kilogram. Sementara untuk belut, dirinya mengaku tak menghitung karena saking banyaknya belut yang habis dipesan pelanggannya.

"Jika uling sehari rata-rata habis sekitar 25 kilogram. Itu juga mengandalkan pasokan dari pencari uling sebab memang nggak ada yang jual dan carinya susah. Tetapi jika belut stoknya nggak pernah kehabisan," ungkap Mbok Ella.

Untuk menikmati seporsi nasi tongseng belut, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 15.000, sedangkan untuk nasi pepes uling dihargai Rp 18.000.

Salah satu pelanggan nasi tongseng belut dan pepes uling, Ahmad Suudy, mengaku sudah menjadi langganan di warung Mbok Ella yang buka dari pukul 07.00-17.00 itu sejak lama.

"Masakannya enak. Selain itu belum tentu ada di warung lain masakan jenis ini," akunya.

Baca juga: Makan Durian Merah & Pelangi, Jadi Pingin Liburan ke Banyuwangi (adv/adv)