Jun Jibiki, Sang Juara Dunia Global Sushi Challenge 2015

Laporan dari Tokyo

Jun Jibiki, Sang Juara Dunia Global Sushi Challenge 2015

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Jumat, 27 Nov 2015 14:32 WIB
Foto: GSC/detikfood
Jakarta - Pria 45 tahun dari Kanagawa ini berhasil menyisihkan 13 finalis dari mancanegara sebagai juara dunia. Kompetisi antar sushi chef pertama di dunia ini berlangsung ketat.

Sushi chef yang berpengalaman 27 tahun ini kini masih menjadi sushi chef di reatoran Komazushi, Tokyo. Pengalaman yang banyak justru mendorongnya untuk terus belajar dari sushi chef mancanegara. Itulah yang jadi motivasinya ikut dalam kompetisi ini.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada acara final kompetisi Global Sushi Challenge yang berlangsung di Marriot Tokyo ini para finalis diwajibkan membuat Edomae sushi untuk mengetahui teknik dan ilmu dasar sushi tradisional. Kemudian mereka diminta membuat original sushi untuk mengukur kreativitasnya.

Jun Jibiki
sebelumnya telah berlaga di Global Sushi Challenge tingkat Jepang. Kompetisi local ini digelar pads tang gal 2 September lalu di ABC Cooking Shiodome City Center Studio,Tokyo. Ia berhasil menyisihkan 10 peserta lainnya dari berbagai wilayah di Jepang.

“Setelah bertemu dengan para finalis dari negara-negara lain dan melihat bagaimana mereka bekerja, saya menyadari bahwa kita semua memiliki satu visi yang sama,” demikian komentarnya seusai menerima piagam juara, Rabu (26/11).

Kreasi sushi dari para sushi chef mananegara juga menarik perhatiannya. ‘ Ternyata masih banyak hal yang belum saya ketahui dan eksplorasi,’ tutur pria pemalu ini.



Dalam kreasi sushi original, tampilan sushi buatan Jun Jibiki terlihat berbeda. Kaya dengan warna dan demensi. Ditata di atas piring kristal berwarna biru dan purih.
Setiap sushi diberi sentuhan berbeda.

Diberi hiasan irisan halus daun, daun maple kering juga goresan saus. Ditaruh dalam mangkuk kaca kecil, mangkuk tembikar dan cangkang. Tak ketinggalan bunga anggrek dan edible flower warna-warni mempercantik sushi buatannya.

Selain penampilan, para juri yang diketuai oleh Mazayoshi Kazato juga terpesona dengan saus spesial racikan chef Jibiki.



“Penjurian babak final ini sangat sulit. Semua chef dari mancanegara menunjukan kemampuan dan kreatifitas yang tinggi dan berhasil menampilkan sushi plate yang sangat baik. Namun, pengetahuan dasar dan kemampuan dalam menjaga dan memastikan higienitas merupakan poin penentu kompetisi ini,” demikian komentarnya.

Sebagai juara kedua, King Meng Teng dari Singapura dan sebagai juara ketiga Takotoshi Toshi dari Amerika Serikat. Sebagai hadiah sang juara dunia mendapatkan seperangkat pisau sushi istimewa, perjalanan ke Norwegia dan pelatihan dengan sushi chef ternama di Jepang.

Seperti diketahui Global Sushi Challenge merupakan kompetisi internasional sushi chef pertama di dunia. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan kemampuan para sushi chef menyajikan sushi berkualitas terbaik di dunia.

Penyelenggaraan GSC ini dimulai sejak bulan Mei hingga Oktober 2015 di berbagai negara. Kompetisi ini didukung penuh oleh Norwegian Seafood Council, dan World Sushi Skills Institute.








(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads