Chef' Table Restoran Bintang Michelin Dituntut Karena Tindakan Rasis

- detikFood Rabu, 03 Des 2014 12:10 WIB
Foto: NY Post
Jakarta - Chef's Table di Brooklyn Fare terkenal sebagai salah satu restoran terbaik di New York dengan tiga bintang Michelin. Sayangnya, saat ini restoran tersebut tersandung kasus tindakan rasis hingga memotong upah karyawan.

Surat tuntutan dilayangkan untuk Executive Chef Cesar Ramirez dan pemilik restoran Moe Issa oleh lima mantan pegawai restoran. Kasus ini ditangani oleh Maimon Kirschenbaum, pengacara yang juga melawan pelanggaran kerja di banyak restoran kelas atas, salah satunya adalah Le Cirque karena pemotongan upah.

Dalam satu malam, Chef's Table ini menyajikan hidangan untuk 18 orang dengan biaya $255 (Rp 3.1 Juta) dengan tambahan $50 (Rp 614.200). Tapi, menurut Emi Howard selaku mantan pelayan yang berdarah Asia, sang Chef tak mau pengunjung Asia duduk terlalu dekat dan mereka tidak boleh ditempatkan di bagian tengah area memasak Chef.

Menurut NY Post (03/12/2014) Panggilan 'sh**t people' berulang kali dilontarkan saat menunjuk pelanggan berdarah Asia. Tak hanya itu, saat pembagian daging untuk pengunjung, bagian daging sisa dan tak berlemak disajikan untuk pengunjung Asia dan masyarakat Upper West Side. Sementara pelanggan lain diberikan daging dengan kualitas terbaik.

“Dalam satu kesempatan, Emi melanggar peraturan Cesar dengan dengan mendudukkan pelanggan Asia di dekat area masak di tengah counter dapur. Sebagai responsnya, Chef Cesar melakukan penghinaan secara verbal kepada Emi,” tulis pihak penuntut.

Tuntutan pun melibatkan tuduhan pemotongan upah para karyawan dan tidak membayar uang lembur. Kyle McMahon, Sherry Cardoso, Santos Hernandez, dan Loren Mash menuduh pemberian uang tips dan uang lembur tak diberikan merata pada pelayan walaupun dalam sehari mereka bekerja lebih dari 10 jam dan terdapat tip 50 dolar (Rp 614.200) dalam menu.

Penuntut menyatakan restoran setiap bill yang dikeluarkan meliputin tip service 20 persen, sayangnya mereka tak pernah merasa menerima tip tersebut. Chef Cesar juga dikatakan melanggar hukum kerja New York dengan memberi jumlah gaji tidak pantas pada para penuntut. Walau belum ada respon dari pihak Restoran, sang pemilik menyatakan tidak ada diskriminasi saat menerima pengunjung.

“Di Brooklyn Fare, kami terbuka dengan segala keragaman staff kami dari seluruh dunia dan kami juga menyambut siapapun yang datang kepada kami dengan tangan terbuka mulai dari tamu, vendor, atau pegawai terlepas dari agama, etnis, orientasi seksual, atau negara asal. Kami juga membayar semua staf kami dengan gaji sepadan dengan jam bekerja mereka sebagai tanda bukti taat hukum,” tutur Moe Issa.

(dni/odi)